Pemkab Kampar Mulai Temukan Solusi Pakan Ternak


Jhordan Hwang dari Taiwan bersama Teddy Sujatmiko dari Jakarta datang ke Kubang Jaya, Senin (9/6/14) siang, untuk membahas masalah pakan ikan yang murah namun tetap berkualitas.

Sebab selama ini, yang menjadi persoalan perikanan di Kampar adalah pakan ikan yang mahal. Mencapai Rp9.500, bahkan lebih. Para petani akan semakin loyo apabila panen serentak. Sebab harga ikan akan turun.

Lantaran itulah kata Jhordan, dia akan berusaha membantu Kampar supaya hasil ikan yang ada bisa bersaing di pasar ekspor. “Tentu kami akan observasi dulu, khususnya soal kondisi air. Sebab kami juga akan membawa bibit ikan dari Taiwan untuk dibudidayakan di sini,” kata Jhordan.

Tunggu dari Taiwan, Teddy menyebut akan memberikan solusi sementara untuk kebutuhan pakan ikan Kampar. Lewat PT Citra Mandiri Kencana (CMK) yang dia komandaninya, (CMK)akan segera mengirim sekitar 200 ton pakan ikan dari Tangerang ke Kampar. “Kita punya pabrik pakan sendiri,” ujarnya.

Jefry merasa bersyukur atas kedatangan dua tamu penting itu. “Alhamdulillah, mereka mau mendukung program Kampar. Bahkan mereka suka dengan program tiga zero yang sedang kita jalankan. Dengan kerja sama ini mudah-mudahan bisa sedikit menekan harga pakan ikan yang ada,” katanya.

Jefry punya target pakan ikan harga murah dengan kualitas mumpuni lantaran Kampar ingin mengekspor ikan ke Arab Saudi. “Para pekerja dari berbagai negara di Arab rata-rata suka mengkonsumsi ikan. Ini tentu pasar yang tak boleh kita lewatkan,” ujarnya.

Tak hanya urusan pakan ikan. Jefry juga akan segera membikin Badan Penyangga untuk perikanan ini. “Kita akan antisipasi harga. Kalau harga turun lantaran panen yang serentak, maka Badan penyangga yang akan membeli ikan itu. ini kita lakukan biar ada kepastian harga untuk petani. Kalau harga sudah pasti tentu mereka akan semangat memproduksi ikan,” katanya.

Hingga saat ini, hasil perikanan Kampar per hari mencapai 200-250 ton. Tak hanya ikan mas, tapi juga patin, nila, lele dan baung. Ikan-ikan ini sudah merajai di sepanjang pulau Sumatera. Posisi yang sudah disalip Kampar dari Sumatera Barat sejak dua tahun lalu.

“Kalau urusan pakan sudah oke, dan Badan Penyangga sudah jalan, saya yakin kita akan bisa menggenjot produksi hingga di angka 400 ton per hari. Sebab sampai saat ini, kawasan PLTA Koto Panjang yang termanfaatkan baru sekitar 2 persen dari 10 persen yang diperbolehkan,” kata kadis Perikanan Kampar Usman Amin saat mendampingi Jhordan dan Teddy meninjau lokasi keramba ikan di PLTA Koto Panjang.(Sumber : riauterkini.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

One Comment on "Pemkab Kampar Mulai Temukan Solusi Pakan Ternak"

  1. wong deso July 24, 2016 at 4:10 pm - Reply

    Bohongan saja semua itu mck makan cirik kamu cuma memampaatkan apbd

Leave A Response