Pemerintah Tak Serius Swasembada Pangan

Impor Sapi Bakalan

Pemerintah tidak serius sekaligus tidak memiliki konsep yang jelas terhadap pengelolaan swasembada pangan, khususnya kebijakan impor daging sapi. Kondisi tersebut diperparah lagi dari data masing-masing departemen (instansi) tentang populasi sapi yang berbeda-beda.

Hal itu mengemuka pada diskusi para pakar UGM tentang kedaulatan pangan yang fokus membicarakan kebijakan impor daging sapi di Fakultas Peternakan UGM. Para pakar yang hadir di antaranya berasal dari Fakultas Peternakan, Kedokteran Hewan, Teknologi Pertanian serta LPPM UGM.

Dosen Fakultas Peternakan UGM Dr Ir Subur Priyono Sasmito Budhi menilai, konsep yang tidak jelas dari pemerintah juga menyangkut masalah pembibitan. Pembibitan hewan ternak tidak lepas dari adanya lahan. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak hanya menyediakan lahan (tanah) marginal kepada peternak. ”Kalau hanya tanah marginal yang lainnya akan dikuasai oleh pengusaha-pengusaha besar,” ungkapnya.

Meskipun memiliki lahan yang terbatas, Dia berharap pemerintah tetap membina peternak rakyat. Dia yakin, upaya swasembada menuju kemandirian ternak sapi tersebut akan banyak ditentang oleh negara yang selama ini menjadi tujuan impor Indonesia, seperti Australia. ”Tentu negara-negara itu seperti Australia tidak rela jika kami mandiri,” imbuhnya.

Sementara itu, dosen Fakultas Peternakan UGM lainnya Ir Gatot Murdjito MS menilai, data populasi sapi yang dimiliki beberapa departemen (instansi) berbeda, misalnya antara Departemen Pertanian, BPS dan pemerintah daerah.

Dia juga menyoroti perbedaan harga jual daging sapi di dalam negeri yang lebih mahal dibandingkan yang dijual di luar negeri. ”Soal data saja tidak valid. Makanya kampus harus turun tangan ikut berperan menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Pakar teknologi pangan dan hasil pertanian UGM Prof Dr Ir Mary Astuti MS pada forum tersebut mengemukakan perlunya sinergi yang melibatkan perguruan tinggi dengan industri. Apalagi, terkait sapi banyak produk yang bisa dihasilkan di samping daging, seperti susu hingga pupuk. ”Perlu dicoba model kemitraan yang melibatkan kampus serta dunia industri,” katanya. (Sumber : Suara Merdeka)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response