Pemanfaatan Limbah Ternak Masih Minim

Biogas Skala Rumah Tangga

Potensi sumber energi baru terbarukan, berupa biogas limbah ternak sapi di Banyumas belum banyak dikelola oleh peternak secara maksimal. Padahal sejumlah kelompok peternak pernah mendapatkan bantuan pemerintah, untuk pengadaan instalasi pengolah limbah (IPAL) menjadi biogas.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas, Sugiyatno mengatakan peternak tak banyak yang mau mengelola limbah ternak. Akibatnya bantuan pengadaan IPAL yang pernah diberikan pemerintah tak termanfaatkan. Padahal jika dikelola dengan baik, maka akan memberikan banyak manfaat bagi peternak atau kelompok ternak itu sendiri.

”Jika IPALbisa dimanfaatkan, maka mereka juga bisa mendapatkan bahan bakar alternatif selain elpiji. Sudah banyak yang membuktikan hal ini. Kami menyayangkan banyak IPAL bantuan pemerintah yang belum dimanfaatkan oleh petani,” kata Sugiyatno, yang enggan menyebut jumlah pasti bantuan IPAL kepada peternak sapi.

Sugiyatno mengatakan, dari sekitar 150 kelompok peternak yang ada, kini hanya sekitar 50 kelompok ternak, khususnya sapi yang masih aktif. Aktifnya kelompok ternak ini sangat memengaruhi keberhasilan dalam mengelola ternak. Kelompok yang aktif, biasanya bisa dengan mudah mendapatkan pengetahuan, pembinaan, dan bantuan dari pemerintah. ”Dari pantauan kami, kelompok yang aktif, biasanya akan aktif pula dalam mengelola bantuan dari pemerintah. Keberadaan IPAL pun dimanfaatkan mereka untuk menambah pasokan energi alternatif sehingga memberikan keuntungan bagi mereka,” jelasnya.

Sugiyatno menyebutkan selain energi biogas, dari sisa proses pengelolaan limbah ternak sapi ini juga bisa diperoleh limbah padat untuk pupuk. Berbeda dengan limbah ternak sapi biasa, limbah padat hasil pengolahan biogas ini tak lagi berbau. ”Jika limbah dari tiga ekor sapi bisa dibuat biogas, maka potensi biogas di Banyumas cukup tinggi. Apalagi jumlah populasi ternak sapi di Banyumas mencapai 17 ribu ekor. Sementara jumlah kelompok peternak sapi mencapai 150,” jelasnya.

Peternak sapi perah, sekaligus Kepala Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Sugeng mengatakan keberhasilan peternakan sapi ini memang sangat tergantung dari kegigihan dan perjuangan para peternak. Pembinaan dari pemerintah untuk menambah pengetahuan peternak, juga sangat penting agar mereka bisa memajukan usahanya. ”Keberhasilan peternak di sini yang mengelola limbah ternak sapi menjadi biogas menjadi salah satu contoh. Walau demikian, memang perlu terus ada pembinaan dan bantuan permodalan serta bimbingan pemasaran untuk memasarkan produk-produk peternakan ini,” jelasnya.

Harus Aktif Ketua Kelompok Ternak Gondang Mas Sejahtera, Dusun Gondangmanis, Desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Ridwandijaya (49) mengatakan keberhasilan pengelolaan limbah ternak sapi memang sangat tergantung dari keaktifan anggota kelompok peternak. Menurut perhitungannya, dengan pasokan limbah dari 28 usaha peternakan sapi, dapat menghasilkan biogas untuk 10 rumah tangga. ”Tetapi saat ini baru lima rumah tangga yang memanfaatkan. Hal ini karena baru lima orang yang memiliki kompor yang telah dimodifikasi untuk biogas,” katanya.

Ridwan menjelaskan, kelompok ternak sapi dusun itu telah mendapat bantuan instalasi dan reaktor pengolah limbah menjadi biogas dari dari Kementerian Pertanian. Reaktor biogas pertama dengan kapasitas kecil tersebut, saat ini untuk mengaliri dapur Sekretariat Poknak Gondang Mas Sejahtera. Sementara reaktor biogas yang telah dimanfaatkan oleh lima rumah tangga sekitar kandang sapi tersebut, berasal dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyumas.

Pemanfaat biogas, Sumardi mengaku sangat terbantu dengan adanya biogas gratis tersebut. Sebelumnya dia tak pernah terpikir akan mendapatkan berkah dari limbah ternak sapi tersebut. Apalagi limbah ternak sapi berupa kotoran dan air kencing tersebut, merupakan hal yang merepotkan peternak. ”Semakin kami rajin mengelola dan merawat reaktor biogas ini, semakin bagus pula biogas yang dihasilkan. Kami harus rajin mengisi reaktor biogas dengan limbah. Karena dari situ, kami mendapatkan aliran biogas yang stabil. Limbah dari biogas ini, juga sangat bagus untuk pupuk karena sudah lembut dan tidak bau lagi,” jelas Sumardi.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.