Peluang Bisnis Ternak Kelinci Masih Cerah

Ternak Kelinci Pedaging

Peluang bisnis ternak kelinci ternyata masih terbuka lebar. Namun sayangnya masih sedikit masyarakat yang melirik bisnis ternak kelinci sebagai potensi usaha yang menjanjikan.

Ketua Himpunan Masyarakat Perkelincian Indonesia (Himakindo), Yono C Raharjo menjelaskan proses pengembangbiakan dan pertumbuhan kelinci sangat cepat sehingga seorang investor bisa memperoleh hasil investasi yang relatif cepat jika dikelola dengan baik.

“Potensi kelinci untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, pada umumnya telah umum diketahui,” ungkap Yono..

Yono menjelaskan, dalam setahun seekor induk kelinci mampu menghasilkan paling tidak 40 kg bobot hidup pada pola tradisional dan 120 kg pada pola intensif.

“Biasanya ditingkat intensif mengawinkan 7 sampai 8 kali per tahun untuk satu induk kelinci. Kemudian jumlah anak-anak kelincinya terseleksi 8 sampai 10 ekor yang bisa dipananen. Jadi 7 kali 8 sama dengan 56 ekor/tahun,” imbuhnya.

Pada pola intensif seekor kelinci bisa dipanen pada umur 80 hari dengan bobot 2,5 kg/ekor. Sehingga menurutnya, dari satu induk anak kelinci saja bisa menghasilkan daging sekitar 120 kg/tahun.

“Kalau 56 ekor kali 2,5 kg, umur potong potong 80 hari. Jadi 1 induk kelinci bisa menghasilkan sekitar 120 kilo/tahun,” sanggahnya

Menurutnya, dengan investasi yang sama dengan sapi. Ternyata ternak kelinci bisa menghasilkan daging per tahunnya jauh lebih besar daripada ternak sapi yaitu mencapai kira-kira 24 kali lebih banyak daripada sapi.

“Bila disetarakan bahwa 1 sapi bernilai Rp 10 juta, induk kelinci Rp 300 ribu (1 sapi = 30 kelinci), maka dalam 1 tahun 1 sapi menghasilkan 200 kg bobot hidup, sedangkan 30 induk kelinci akan menghasilkan 1.200 sampai 4.800 kg,” sambungnya.

Jika masyarakat ingin memulai beternak kelinci, sebaiknya dilakukan secara berkelompok agar proses pemeliharaan dan pemasaran produk ternak kelinci bisa dikelola dengan baik. Menurutnya, untuk investasi awal masyarakat bisa berinvetasi kira-kira sebesar Rp 10 juta. Namun dalam kurun waktu setahun masyarakat telah bisa memperoleh pengembalian investasi.

“Kalau seorang melihara 20 induk kelinci plus 3 jantan. Mestinya dia bisa makan protein 20 gr/orang dari satu keluarga dengan 4 anggota. Ditambah dengan penambahan pendapatan Rp 900 ribu/bulan. Di negara lain bagi yang tidak mampu disediakan (modal) oleh negara kalau di kita 20 induk dengan 3 jantan, rata-rata menghabiskan hampir Rp 10 juta. Dalam 1 tahun sudah balik modal,” sebutnya.

Selain itu, peternak kelinci juga bisa memperoleh tambahan pendapatan selain penjualan daging kelinci saja.

“Pendapatan akan bertambah bila dilakukan integrasi dengan sayuran/bunga, pengolahan daging, kulit-bulu dan pupuk (padat dan cair),” tutup Yono. (detik)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response