Pejantan Unggul Sapi Perah Diluncurkan Kementan

Pejantan Unggul Sapi Perah

Pejantan Unggul Sapi Perah Diluncurkan Kementan - Sedikitnya memerlukan waktu tujuh tahun untuk melakukan riset dan penelitian hingga menghasilkan Pejantan Sapi Perah asli Indonesia.

Hari Sabtu (8/12/2012) siang, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan meluncurkan program Pejantan Unggul Sapi Perah sebanyak empat ekor di Balai Besar Pembibitan Ternak Ungul (BBPTU) Sapi Perah Baturaden. Menurut Rusman, pejantan unggul sapi perah ini dikembangkan oleh peneliti asli Indonesia dan berasal dari sapi asli Indonesia, sehingga dirinya menyatakan harusnya Indonesia bangga dengan prestasi ini.

“Pejantan ungul sapi perah ini boleh dikatakan adalah made in Indonesia, sebab semuanya dikembangkan di Indonesia. Peneliti orang kita dan sapinya juga asli Indonesia. Jadi, ini merupakan kebanggan bangsa Indonesia,” ungkap Rusman.

Dikatakan oleh Rusman, sebelumnya pada tahun 2011 pihaknya juga telah melakukan hal serupa dengan jumlah sapi empat ekor, sehinga saat ini hasil kerja keras peneliti peternakan sapi, khususnya sapi perah, telah menghasilkan delapan ekor pejantan unggul sapi perah.

“Dengan tambahan empat ekor pejantan ungul sapi perah ini, kami telah me-launching sebanyak delapan ekor,” kata Rusman di Baturaden.

Dijelaskannya, keberadaan delapan ekor pejantan ungul sapi perah ini dalam upaya peningkatan mutu genetik ternak, khsusunya sapi perah, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan benih (semen beku) sapi perah. Dengan tujuan akhir guna mencapai swasembada pejantan unggul tahun 2013 dan menghadapi swasembada susu tahun 2019.

Keempat pejantan ungul sapi perah ini telah melalui Uji Zuriat sapi perah nasional sejak tahun 2004. Uji Zuriat ini telah melibatkan unsur perguruan tinggi, litbang, UPT Pembibitan, dan peternak. Penelilitian ini paling tidak melibatkan 7.000 ekor sapi guna mendapatkan empat pejantan ungul sapi perah.

Diharapkan dengan dihasilakannya delapan ekor pejantan ungul sapi perah yang saat ini berada di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari dan lembang ini, mampu menghasilkan anak sapi perah yang berkualitas baik. Sehingga ketergantungan susu impor mulai dikurangi. (Sumber : RRI)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response