Pakan Ternak Fermentasi Inovasi Ton Martono

Cara Membuat Pakan Ternak Fermentasi

Berawal dari keprihatinan akan mahal dan sulitnya hijauan makanan ternak (HMT) di saat musim kemarau, Drs. Ton Martono (49) warga Karangrejek, Wonosari, Gunung Kidul sejak tahun 2011 menyulap sampah daun kering menjadi pakan ternak alternatif. Hebatnya lagi, inovasi pakan ternak hasil fermentasi itu ternyata telah lolos uji laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2010.

“Latar belakang pembuatan pakan ternak fermentasi yang memiliki kadar gizi dan protein tinggi itu sebenarnya kami konsep secara sederhana, mudah diterapkan dan sekaligus mendukung program kebersihan lingkungan. Untuk membuat 10 kg pakan ternak fermentasi dibutuhkan bahan baku 10 kg daun kering, 2 kg bekatul, 2,5 kg tepung gaplek, 5 sendok makan tetes tebu, 10 garam, 6 liter air dan 3 sendok suplemen organic cair (SOC).

Campuran tersebut dapat juga ditambah limbah hasil pertanian seperti jerami, tongkol jagung, kulit kedelai dan bekatul secukupnya. Setelah semua bahan dicampur, tunggu sampai 2 jam, kemudian baru dimasukkan ke dalam bak fermentasi dan ditutup rapat. Tunggu minimal 2 x 24 jam setelah proses fermentasi, pakan ternak siap disajikan,” ungkap Ton Martono.

Beberapa kelebihan pakan ternak fermentasi tersebut, jelas dia, adalah ongkos pembuatannya yang murah meriah disamping bahan baku mudah didapatkan. Untuk setiap 10 kg pakan fermentasi hanya dibutuhkan biaya sekitar Rp 26.000 bisa dimanfaatkan untuk memberi makan 3 ekor kambing selama 2 minggu, sedang 1 minggu untuk satu ekor sapi. Hal tersebut jelas sangat membantu peternak menghemat operasional pakan ternak mereka.

”Bayangkan saja jika seorang peternak membeli hijauan pakan berupa rumput kolonjono atau tebon jagung Rp 20.000/hari untuk satu ekor sapi. Selama seminggu tidak kurang dari Rp 140.000 dan sebulan Rp 600.000 untuk biaya operasional pakan sapi. Kesimpulannya, dalam sebulan peternak bisa menghemat biaya sekitar Rp 480.000 jika menggunakan pakan fermentasi itu,” kata Ton Martono yang juga mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Gunungkidul itu.

Selain berbau wangi seperti madu, kelebihan lain dari pakan ternak racikan Ton Martono itu jangka waktu penyimpanannya bisa bertahan maksimal hingga 1 tahun. Sehingga para peternak tidak perlu khawatir bila hewan ternak mereka teracuni, karena pada prinsipnya semakin lama proses fermentasi akan semakin menambah kandungan gizi dan protein dalam pakan.

“Kami pernah mengujicobakan pakan fermentasi pada hewan ternak sapi dan kambing selama dua bulan. Hasilnya, nafsu hewan ternak menjadi lebih tinggi (dokoh) dan lebih tahan terhadap serangan penyakit seperti pileren dan kembung,” tambah pria yang juga merangkap Ketua Kelompok Ternak Mekarsari ini.

Respon Pemda Gunungkidul terhadap inovasi pakan ternak fermentasi itu juga cukup baik. Bahkan sekarang ini hasil pakan hasil karyanya itu sudah banyak dikembangkan oleh puluhan kelompok ternak di 7 kecamatan, seperti Rongkop, Girisubo, Paliyan, Nglipar, Saptosari, dan Wonosari sendiri. Maka tidak heran bila kediamannya kerap dikunjungi tamu baik secara kelompok maupun perorangan hanya sekedar untuk menimba ilmu dibalik rahasia inovasi pakan ternak fermentasi tersebut. (Sumber : Karangrejek.net)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

4 Comments on "Pakan Ternak Fermentasi Inovasi Ton Martono"

  1. isbagiyo January 18, 2013 at 1:24 am - Reply

    Inovasi yg sangat baagus. Tapi artikelnya kayaknya ada yg gak pas tuh; masak iya, 10 kg pakan fermentasi cukup untuk 3 ekor kambing selama 2 minggu, & kalau untuk 1 ekor sapi cukup untuk 1 munggu? Tolong dikoreksi kembali kebenaranya.

  2. ruslani February 12, 2013 at 2:51 pm - Reply

    sngat mnrik artikeny dn mmbtu skli bg sy yg lg bljr brtrnak dngan
    pkan frmentasi

  3. fabian May 23, 2013 at 7:24 am - Reply

    jenis daun yg bia dipakai apa ya?

  4. kid October 17, 2014 at 8:35 am - Reply

    suplemen organic cair nyari di mana?

Leave A Response