Pakan Ternak Domba Dari Kulit Pisang

pakan ternak dari kulit pisang

Bukan keisengan semata apa yang dilakukan Panji Purnama, seorang peternak domba yang tercatat sebagai warga RT 04 RW 01, Dusun Balemoyan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis ini.

Panji mempunyai resep khusus dalam menggemukan domba-dombanya. Tak dinyana, mempunyai anak seorang penyuluh (Risma), dia manfaatkan ilmu kepenyuluhan sang anak untuk beternak.

Ternyata hanya dengan memanfaatkan limbah kulit pisang yang dibuang pengrajin keripik pisang, Panji mengolah limbah tersebut, kemudian dicampur dedak dan Mo4. Hasilnya menakjubkan, berat timbang domba miliknya melesat.

“Kami campur kulit pisang, dedak, dan Mo4, dimasukan ke dalam kantung plastik yang diikat, lalu kantung-kantung plastik tersebut dimasukan ke dalam tong plastik yang ditutup rapat, minimal 2 hari sudah jadi pakan ternak,” ungkap Panji, di kediamannya, pekan lalu kepada HR.

Panji menamakan teknologi fermentasi tersebut sebagai un aerob. Menurut Panji, proses pengolahan cangkang kulit pisang tadi tidak boleh terkena udara alias kedap udara. “Istilah sundanya dikeukeub. Pakan dari kulit pisang ini bisa memberi nutrisi protein yang tinggi bagi domba. Dan Domba bisa makan kapan saja, gairah makannya jadi tinggi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Panji mengaku, menerapkan resep pakan limbah kulit pisang dari tahun 2005. Awalnya, di bermodalkan 3 ekor domba betina dan 1 pejantan (domba Garut) Tahun 2013 awal, domba miliknya sudah mecnapai 150 ekor. Kemudian 86 diantaranya sengaja dijual untuk membeli mobil jenis Toyota Avanza.

“Saya tidak mahal-mahal kalau jual domba. Harga domba pejantan usia 15 bulan, saya jual di kisaran Rp. 1,5 juta, kalau betina bunting saya jual seharga Rp. 1 juta,” ujarnya.

Selain kulit pisang, imbuh Panji, daun bambu atau daun eurih pun bisa dijadikan pakan ternak domba. Dengan teknologi tersebut, sampah dapur jadi tidak mubazir. Mo4 juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau pada kandang.

Rahasia lainnya, kata Panji, setiap uang yang ia peroleh dari transaksi jual beli domba, dia zakatkan sebesar 2,5 persen dari pendapatan kotor. “Karena dari setiap aktifitas ekonomi kita, ada hak orng lain yang membutuhkan,” ucapnya penuh keyakinan.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis, H. Wasdi, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Panji. “Bisa dijadikan inspirasi bagi para peternak lainnya. Karena sampah dapur bisa diolah menjadi pakan ternak,” pungkasnya. (Sumber : Harapan Rakyat)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response