Pakan Ternak Dari Limbah Tulang Ikan

limbah tulang ikan

Saat ini harga pakan ternak ayam kian melambung. Padahal, ayam kampung merupakan hewan ternak yang paling digemari oleh sebagian besar masyarakat.

Ayam kampung banyak diburu oleh konsumen yang fanatik dan dilihat dari serapan pasar, kecenderungannya selalu kekurangan, sehingga potensi pasarnya sangat terbuka luas.

Dari hal tersebut, mahasiswa FMIPA UNY yaitu Bagoes Sadhewo Satria (Prodi Pendidikan Kimia), Happy Susi Agustina (Prodi Fisika), dan Siti Fatonah (Prodi Biologi) memanfaatkan limbah tulang ikan tuna yang kaya kalsium sebagai sumber pakan ayam kampung.

Selain itu, pemanfaatan limbah tulang ikan ini sekaligus untuk mengurangi dampak buruk pencemaran lingkungan akibat dari pembuangan limbah industri pengolahan tuna.

Menurut Bagoes dilihat dari segi kandungan nutrisi, tepung tulang ikan tuna banyak mengandung kalsium yang berperan dalam pembentukan tulang ternak. Kalsium bagi ternak mampu menjaga pengeroposan akibat asupan kalsium yang minim dari pakan umum.

Cara pembuatan tepung tulang ikan tuna diawali dengan membersihkan tulang ikan tuna, kemudian dilanjutkan dengan mengeringkan tulang yang sudah dibersihkan.

“Tulang tersebut kemudian dihancurkan hingga menjadi tepung kasar, serpihan-serpihan tulang tadi direndam dalam air kapur 10% selama semalam, kemudian dicuci dengan air tawar. Hasil perendaman dikeringkan sampai kadar air 5%, sehingga menghasilkan tepung tulang ikan tuna,” jelas Bagus di Yogyakarta, Minggu (16/9).

Hasil penelitian uji efektivitas dari pakan ayam yang dicampur dengan tepung tulang ikan terhadap perubahan berat badan ayam kampung sebanyak enam ayam dengan tiga perlakuan. Perlakuan pertama adalah tiga genggam tepung tanpa tambahan pakan, perlakuan kedua dua genggam tepung dan satu genggam pakan, dan perlakuan ketiga adalah satu genggam tepung dan dua genggam pakan.

Ayam pada perlakuan pertama memiliki berat awal pertama 265 gram, pada bulan kedua menjadi 290 gram, dan pada bulan ketiga adalah 325 gram. Sedangkan ayam pada perlakuan kedua memiliki berat awal pertama 270 gram, pada bulan kedua menjadi 300 gram, dan pada bulan ketiga adalah 320 gram. Dan ayam pada perlakuan ketiga memiliki berat awal pertama 300 gram, dan pada bulan kedua menjadi 350 gram, dan pada bulan ketiga adalah 375 gram.

“Hasil pengujian terhadap ketiga perlakuan itu memperlihatkan bahwa yang paling efektif adalah perlakuan ketiga (satu genggam tepung tulang ikan dan dua genggam pakan). Hal tersebut terlihat dari penambahan berat badan ayam yang terlihat signifikan atau cepat, faktor jenis kelamin ayam (betina lebih banyak makan), dan campuran pakan dari pabrik yang sudah diberi penambah nafsu makan, sehingga ayam sudah terbiasa dengan pakan buatan pabrik,” kata Bagoes. (Sumber : Aktual)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response