Pabrik Pakan Ternak Akan Dibangun di NTT

jokowi-tinjau-peternakan-sapi-NTT

NTT – Kerja sama Pemprov NTT dengan DKI Jakarta dalam bidang Peternakan ternyata cukup luas. Tidak hanya fokus pada pembibitan hingga penggemukan ternak sapi tetapi hingga infrastruktur dan SDM.

Salah satunya adalah pembangunan pabrik pakan ternak untuk megatasi masalah pakan yang sering terjadi pada saat musim panas.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Peternakan NTT, Thobias Uly kepada koran ini, Kamis (26/6) di Kantor Dinas Peternakan NTT. “ Sampai saat ini kita terus melakukan tindak lanjut dari kesepahaman yang sudah dilakukan Pemprov NTT dengan DKI Jakarta untuk kerjasa sama dalam bidang Peternakan. Memang butuh waktu untuk proses ini karena menyangkut kerja sama dua daerah yang memanfaatkan dana pemerintah ,”kata Uly.

Dia menjelaskan, Rabu (18/6) pekan lalu, Pemprov NTT melakukan pertemuan dengan Pemda DKI Jakarta untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut. Saat itu hadil Kepala Bappeda, Kadis Peternakan NTT, Karo Ekonomi Setda NTT, Karo Hukum dan Karo Tatapem. Pertemuan itu, jelasnya, membicarakan persiapan untuk dilakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara dua pemerintah daerah tersebut.

“Tim dari DKI Jakarta akan melakukan kunjungan lagi di NTT. Memang prosesnya agak panjang karena banyak ahal yang harus di penuhi,” ujar Uly yang saat itu didampingi Kabid Agrobisnis, Aris Herewila dan Kasie Pelayanan Usaha, Arifin Sumbi.

Dijelaskan Uly, dengan adanya pabrik pakan tersebut maka persoalan pakan yang sering dihadapi terutama saat musim panas akan teratasi. “ Memang salah satu kendala adalah pakan sehingga kita merencanakan untuk membangun pabrik pakan di NTT”, ujarnya. Dirinya optimis dengan adanya pabrik pakan tersebut akan memenuhi kebutuhan pakan terutama saat musim kemarau.

Mantan Pejabat Bupati Sabu Raijua ini mengatakan ini mengatakan, saat musim hujan pakan ternak melimpah. Namun, akan kekurangan saat musim kemarau karena tidak ada pabrik yang mengelolah pakan saat musim hujan. Keberadaan pabrik pakan ternak tersebut juga akan sangat mendukung kerja sama NTT dan DKI dalam bidang peternakan tersebut.

Uly juga mengatakan, Pemprov NTT dan DKI Jakarta juga sepakat mendorong peran pihak swasta dalam kerja sama tersebut. Dia mengatakan, ada hal-hal tertentu yang langsung di lakukan pihak swasta di dua daerah tersebut. Dia mencontohkan rumah potong hewan yang bisa langsung dilakukan antara pihak swasta seperti yang saat ini sudah disiapkan di oben, Kabupaten Kupang.

Dalam kaitan dengan itu, rombongan pengusaha dari jakarta yang di himpun oleh kadin dan PD. Pasar Jaya juga akan melakukan kunjungan ke NTT, selain melihat potensi peternakan di NTT, kunjungan tersebut dalam rangaka menjalin kerja sama dengan pengusaha lokal di NTT.” Pemerintah siap melakukan fasilitas,” janji Uly.

Seperti diberitakan, pemda DKI Jakarta menyiapkan investasi Rp 2 triliun untuk kerja sama dengan NTTdibidang peternakan. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sudah melakukan kunjungan langsung di sentra produksi sapi Kabupaten Kupang untuk memastikan kerja sama tersebut. Kebutuhan daging sapi setiap hari di DKI Jakarta sebanyak 150 ton atau sekitar 1.500 ekor perhari.

Data dari Dinas Peternakan NTT, populasi ternak sapi tahun 2013 sebanyak 852.650 ekor. Tahun 2012 populasi ternak sapi sebanyak 814.450 ekor atau mengalami peningkatan 38.200 ekor. Kerbau tahun 2013 sebanyak 154,745, tahun 2012 sebanyak 152.449 atau bertambah 2.296 ekor pada tahun 2012 menjadi 479.883 ekor pada tahun 2013 atau meningkat 95.946 ekor.

(Sumber : nttprov.go.id)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response