Mutu Daging Sapi Australia Semakin Meningkat

kualitas daging sapi australia

DUNIATERNAK.COM, – Jumlah daging sapi Australia yang mengikuti sertifikasi kualitas mutu makan (eating quality) setiap tahunnya semakin banyak. Setahun terakhir jumlah daging sapi yang berhasil mengantongi seritifikat Standar Daging Sapi Australia (MSA) meningkat 6 persen dibanding tahun sebelumnya.

Data statistik dari otoritas daging dan ternak Australia (MLA) menunjukan ada lebih dari 3 juta ekor sapi yang berhasil mendapat sertifikat standar daging (MSA) yang diterbitkan MLA selama kurun waktu 2014 -2015.

Rekor ini meningkat 6 persen dibandingkan tahun lalu dan mewakili sepertiga dari total jumlah ternak yang disembelih.

Sistem penilaian ini memberi skor atau rating tertentu bagi setiap bagian daging dari ternak sapi yang dipotong dan bertujuan untuk memberikan konsumen keyakinan mengenai kualitas dan kelezatan dari daging yang mereka beli.

Manajer operasi MSA, Terry Farrell mengatakan jumlah ini menekankan keyakinan terhadap sistem penilaian ini baik dari pihak produsen daging sapi maupun dari konsumen.

“Tahun lalu kami sempat mengkhawatirkan dampak dari kekeringan di Australia terhadap produksi daging sapi Australia, tapi sebaliknya kami justru mendapati penyembelihan ternak di seluruh Australia tahun ini banyak yang mencatat rekor,” katanya.

Sepanjang 12 bulan hingga 30 Juni tahun ini total ada 9,42 juta ekor ternak sapi yang disembelih di seluruh Australia.

Satu-satunya rekor penyembelihan ternak sapi tertinggi yang pernah tercatat adalah tahun 1977-1978 dengan jumlah ternak yang disembelih mencapai 10.42 juta ekor ternak.

“Salah satu hal yang sangat menyenangkan adalah kita tidak hanya melihat jumlah ternak yang diteliti, tapi peningkatan yang sesungguhnya adalah besarnya jumlah ternak sapi yang mengikuti dan lolos sistem rating MSA,” katanya.

Sistem penilaian MSA mulai dikomersialisasikan oleh MLA pada tahun 1998 untuk mempromosikan kualitas mutu makan yang lebih baik.

Sejak itu lebih dari 100.000 konsumen dari seluruh dunia telah mengujikan kualitas rasa dari 700 ribu potongan daging ternak mereka untuk mengetahui tingkat kelembutan, kadar air atau juiciness dan juga rasa yang akan menentukan kriteria kualitas mutu makan daging mereka.

“Kami memiliki serangkaian kriteria mengenai faktor yang menentukan pengalaman menyantap daging yang lezat dari setiap potongan daging,” katanya.

“Kami dapat menentukan faktor-faktor penting diluar indera perasa yang akan menentukan kualitas makan daging,”

Potongan daging yang diujikan dalam tes mutu makan akan dinilai berdasarkan 11 elemen termasuk kandungan lemak, ketebalan punuk, warna daging, kadar pH dan umur hewan, untuk menentukan apakah memenuhi persyaratan sertifikasi MSA atau tidak.

MLA menginvestasikan dana senilai $93 juta dolar untuk membangun program sertifikasi standar daging sapi dan mutu makan ini yang diklaim Farrel sebagai bentuk dividen bagi para peternak sapi.

“Selama bertahun-tahun, ada daging sapi yang berhasil mencapai sertifikasi daging sapi premium MSA secara terus menerus di Australia, tahun lalu jumlahnya mencapai 33%,”

Meski demikian sepengetahuannya sistem uji mutu makan ini telah berhasil meyakinkan konsumen untuk membayar lebih bagi produk daging sapi yang mendapat jaminan sertifikasi MSA.

“MSA hanya mendorong memastikan merek daging sapi Australia menyajikan potongan daging dengan mutu makan yang baik, selalu seperti itu,”

Farrell mengatakaan kriteria penilaian ini terus mengalami perubahan selera makan konsumen dan ada juga yang uji rasanya difokuskan dengan konsumen dunia yang terus meningkat dipasar luar negeri yang berkembang pesat. MSA juga menguji sejumlah daging yang diproduksi peternak dari luar negeri seperti Irlandia, Polandia dan China.

“Citarasa berubah dan tentu saja bisa berubah dari satu negara dan negara lain,”

Sejumlah peternak mendukung program penilaian namun ingin melihat penekanan yang lebih besar pada pendidikan bagi konsumen mengenai kualitas daging yang baik.

“Menurut saya MSA sangat membantum jika daging sapi tidak lolos sistem penilaian mutu makan MSA berarti kualitas daging itu sudah pasti tidak baik,” kata seorang warga.

“Konsumen bisa membayar beberapa sen lebih mahal untuk tidak kilo daging yang dibeli…. Saya berharap perlahan-lahan orang semakin memahami sistem penilaian mutu makan dari MSA ini dan bagaimana mendapatkan daging dengan kualitas yang lebih baik,” kata warga yang lain.

“Saya pikir konsumen mulai mengerti sedikit lebih baik sistem ini sekarang dan apa yang mereka coba lakukan” kata warga yang lain.

Sumber: viva.co.id

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.