Musik Redakan Stres Ternak Puyuh

Cara Ternak Puyuh

Perasaan stress bukan hanya monopoli manusia. Sebab, burung yang dipelihara juga dapat merasakan hal yang sama, termasuk burung puyuh. Bahkan, burung puyuh termasuk jenis hewan yang rentan mengalami stress. Namun bagi peternak puyuh tidak perlu repot mencari obatnya (solusinya). Sebab, salah satunya dapat diatasi dengan cara membiasakan mendengarkan alunan suara musik.

Seperti dituturkan Alex, salah seorang peternak burung puyuh di Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang kepada MedanBisnis. Alex yang telah beternak burung puyuh selama 10 tahun terakhir mengatakan, salah satu kendala dalam usaha ternak burung puyuh adalah menghadapi tingkat stresnya.

“Burung puyuh memang hewan yang paling mudah terkena stres. Apabila puyuh stres maka akan berpengaruh pada hasil ternak, seperti kuantitas telurnya menurun,” katanya, Senin (5/8).

Namun, tak seperti peternak lain yang hanya mengandalkan suasana hening dan tenang untuk menunjang keberhasilan usaha ternak puyuhnya. Alex mengaku memiliki trik khusus yang dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya stres melanda ternak burung puyuhnya dengan cara memutar irama musik.

“Untuk menghindari stres pada burung puyuh tidak bisa hanya mengandalkan suasana hening dan tenang. Sebab suasana bising bisa terjadi kapan saja. Jadi, untuk itu saya rutin membiasakan mendengarkan musik setiap hari kepada hewan ternak saya,” jelasnya.

Hasilnya, pria yang mengaku meneruskan usaha yang dirintis orangtuanya yang telah berdiri selama kurang lebih 30 tahun itu mengaku, dari 10.000 burung puyuh yang ada, mampu memproduksi 1.000 burung puyuh siap potong dan 3.000 bibit puyuh perminggu yang dipasarkan ke Medan hingga Aceh.

“Khusus telur, ternak saya mampu memproduksi sebanyak 40.000 butir perminggu,” sebutnya.

Untuk daging, Alex mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memiliki pelanggan tetap di antaranya para pemilik rumah-rumah makan baik di Medan dan Aceh. Namun, tak jarang pula para peternak dan calon peternak juga turut datang mengambil (membeli) langsung padanya. Sebab, ternak puyuh miliknya adalah ternak burung puyuh pertama di Medan.

“Dulu sebelum di sini, usaha ternak saya ada di Jalan Jermal XV. Tapi terpaksa pindah karena perumahan penduduk yang semakin padat,” ujarnya.

Mengenai harga jual, Alex mematok harga bervariasi. Seperti pada burung puyuh jantan dipatok dengan harga Rp3.000 dan betina dengan harga Rp7.000 per ekor. “Tapi walaupun saya sudah memiliki pelanggan, saya tak menutup kemungkinan untuk membuka peluang kerja sama kepada siapa saja yang berminat,” ungkapnya.

Cuma, meski usaha ternak burung puyuh milik Alex ini tergolong sukses, namun tidak berarti tak menghadapi kendala selain persoalan stress. Di antaranya, ancaman penyakit flu burung juga perlu diwaspadai.

“Kalau penyakit, yang penting kebersihan kandang tetap terjaga, selain pemberian vaksin dan vitamin yang teratur. Sebab apabila terkena penyakit semuanya bisa mati sekaligus. Selain itu ancaman tikus juga sering mengganggu, jadi harus betul-betul siap dalam segalanya lah,” pungkasnya. (Sumber : Medan Bisnis)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response