Mesin Pencacah Rumput Buatan Mahasiswa UAD Bantu Peternak Gunungkidul

Mesin Pencacah Rumput

Sinergitas pihak akademisi dengan masyarakat kembali dilakukan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Kali ini, UAD memberikan bantuan mesin pencacah rumput bagi peternak di Kabupaten Gunungkidul.

Mesin pencacah rumput ini merupakan hasil karya mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UAD.

“Bantuan ini merupakan wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi (PT). Kami menyadari bahwa PT bukan menara gading tidak tersentuh sehingga PT perlu memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Dekan FTI UAD Kartika Firdausi kemarin.

Menurut Kartika, pihaknya pun secara intensif terus mendorong agar laboratorium yang dimiliki FTI UAD bisa terus menghasilkan produk yang mampu menjawab persoalan masyarakat tersebut seperti halnya mesin pencacah rumput tersebut.

Mesin pencacah rumput ini merupakan hasil karya dua mahasiswa FTI yakni Ahmad Muniffudin, Radi, dan satu mahasiswi sastra Riska. “Alat pencacah rumput tersebut merupakan karya mahasiswa dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2011.

Karya ini mendapatkan dana Dikti sebesar Rp6 juta. Sekarang sedang proses hak paten. Kalau bermanfaat maksimal akan kita produksi massal agar bisa meringankan kinerja peternak,” katanya.

Mesin pencacah yang dibuat kali ini menggunakan bahan bakar bensin dan mampu mencacah rumput satu gulung besar dalam waktu 15 menit saja. Ukurannya yang relatif kecil pun membuat alat ini mudah dipindah-pindahkan.

Sementara itu, Peternak Gunungkidul Hari Nugroho dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya melalui lembaga Institute for Public Service Development Studies tengah mengembangkan lahan pertanian terpadu lahan kering Desa Piayan, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.

“Kami telah membuat pilot project sebagai sarana kelompok tani untuk belajar di lapangan. Meski belum beroperasi secara penuh tetapi sudah banyak petani datang,” ucapnya.

Menurut Hari, program yang dikembangkannya adalah pertanian terpadu antara pertanian organik, peternakan (kambing dan ayam kampung), dengan perikanan. “Kita akan mencoba mengembangkan suatu upaya dari hulu hingga hilir.

Dari pembuatan pupuk organik, pakan alternatif melalui fermentasi untuk kambing dan ikan, hingga pengolahan hasil pertanian,” katanya.

Selama ini, untuk memberikan pakan terhadap 50 ekor kambing misalnya, ia dan peternak lain masih melakukan pemotongan rumput secara manual. Karenanya dengan alat bantuan UAD tersebut diharapkan akan semakin meringankan kinerja peternak.

Selain itu, alat pencacah tersebut bisa juga dimanfaatkan untuk pembuatan pakan alternatif dan pupuk organik. “Selama ini pola tanam di Gunungkidul masih sangat konvensional.

Setiap orang melakukan pola tanam yang sama, sehingga produk pertanian sering kali jatuh. Karenanya dengan upaya ini, kami ingin mengenalkan pola tanam yang berbeda dan bisa dipadukan dengan peternakan serta perikanan,” katanya. (Sumber : Koran Sindo)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

One Comment on "Mesin Pencacah Rumput Buatan Mahasiswa UAD Bantu Peternak Gunungkidul"

  1. nana murdana December 7, 2013 at 4:33 am - Reply

    bisa ga bikinin saya mesin pemotong tutup / label air mineral gelasan kalau bisa sangat membantu sekali untuk para pelaku daur ulang sampah non organik

Leave A Response