Menjemput Rejeki Dengan Beternak Kelinci

Cara Beternak Kelinci

Setiap peluang bisnis harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar mendatangkan keuntungan. Itulah yang dipegang Luluk Srimurti,anggota Kelompok Tani Akur yang beternak kelinci bersama kelompoknya.

Sejak lima tahun lalu,warga Dusun Canggar,Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini bersama anggota kelompoknya mulai merintis beternak kelinci di rumahnya.

Awalnya hanya ada enam hingga tujuh orang yang memelihara kelinci.Namun karena sangat menguntungkan, akhirnya warga lainnya mengikutinya. Tidak hanya beternak kelinci, namun mereka juga mengembangkan usahanya dengan menjadikan daging kelinci sebagai abon.

Ide membuat abon kelinci awalnya muncul dari salah seorang anggota kelompok tani,Sukarni. Usaha yang digeluti Sukarni kemudian diikuti beberapa anggota Kelompok Tani Akur lainnya.Menurut Luluk,kelinci yang disembelih untuk dibuat abon dipilih kelinci yang usianya sudah tua atau tidak bisa berproduksi lagi.

”Sebelum dibuat abon,awalnya induk kelinci yang afkir kita jual kepada pedagang sate dengan harga murah. Per ekornya kadang hanya dibeli Rp25.000- 30.000.Setelah diubah menjadi produk olahan,bisa menghasilkan keuntungan berlibat. Usaha membuat abon kelinci ini untuk menambah penghasilan keluarga,”katanya.

Saat ini pemasaran abon kelinci hasil kreasi warga Dusun Cangar sudah dipasarkan ke Kota Malang,Surabaya dan beberapa daerah di Jatim.

Sistem penjualannya dikirim ke toko-toko dan supermarket. Selain itu dijual kepada wisatawan yang berkunjung ke desanya.”Rata-rata sehari bisa produksi 5-6 kg.Abon kelinci ini sangat bangus untuk kesehatan karena pada dasarnya daging kelinci tidak mengandung kolesterol dan bisa menyembuhkan asam urat,”urai Luluk.

Khasiat lainnya,daging kelinci diyakini bisa mengembangkan pertumbuhan otak anak,mengatasi penyempitan pembuluh darah ke jantung, menurunkan kegemukan, menyuburkan kandungan, meningkatkan stamina bagi kaum pria dan menguatkan sel sperma.

”Satu bungkus abon kelinci beratnya 1 ons kita jual Rp15.000.Waktu kunjungan wisatawan ke Kota Batu tinggi, penjualan abon kelinci berlipatlipat. Kalau dihitung dari jumlah produksi bisa mencapai 10 kg per hari,”paparnya.

Matui,anggota Kelompok Tani Akur lainnya menambahkan, budidaya ternak kelinci sampai saat ini masih sangat menjanjikan.Setiap bulannya anak kelinci yang dijual ke luar Pulau Jawa,seperti ke Kalimantan, Sulawesi,Sumatera, Nusa Tenggara dan Bali mencapai lebih dari 4.000 ekor. Menurut Matui,usaha membuat abon kelinci sangat membantu peternak kelinci.

Penjualan induk kelinci yang memasuki masa afkir,bisa menambah penghasilan bagi keluarga. Penjualan bibit atau anakan kelinci ke luar pulau, kata Matui,juga masih sangat menjanjikan.

”Harga satu ekor anak kelinci dari peternak Rp7.000-10.000.Saat kita jual ke luar pulau harganya bisa mencapai Rp100.000,”urainya. (Sumber :  Sindo)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

One Comment on "Menjemput Rejeki Dengan Beternak Kelinci"

  1. Pak Dhe Erwan January 6, 2013 at 2:00 am - Reply

    Untuk membeli indukan kelinci jenis pedaging di mana yaa???minta info ne,,,

Leave A Response