Mencermati Bisnis Resto Bebek Kwak Kwek

Bisnis Restoran Bebek

Bisnis makanan olahan bebek tak pernah surut. Setiap saat ada saja pemain yang menawarkan waralaba atau kemitraan olahan bebek.
Salah satu pemain yang menawarkan kemitraan bebek adalah Danang Sutowijoyo, pemilik Restoran Kwak Kwek di Cikarang, Jawa Barat.

Restoran bebek ini fokus mengolah bebek peking khas China. Berdiri September 2011, Restoran Kwak Kwek resmi menawarkan kemitraan pada Februari nanti.

“Namun, sejak awal tahun ini, kami sudah bisa menerima mitra,” kata Sidik Rizal, Staf Pemasaran Restoran Kwak Kwek.
Restoran Kwak Kwek menawarkan tiga paket investasi. Pertama, paket booth dengan biaya investasi Rp 50 juta. Dengan biaya ini, mitra akan mendapatkan fasilitas booth, seragam, peralatan memasak, meja kursi, dan bahan baku awal.

Mitra yang mengambil paket ini fokus menjual aneka menu olahan bebek cepat saji, seperti siomay bebek, pangsit bebek, dan bakso bebek. Ia memperkirakan, mitra paket ini bisa meraup omzet Rp 20 juta per bulan.

Kedua, paket mini resto dengan biaya investasi Rp 150 juta. Setengah dari biaya itu, yakni Rp 75 juta akan dipakai untuk perlengkapan masak, peralatan makan, meja kursi, freezer, dan bahan baku untuk 40 menu makanan.

Sementara, sisanya sebesar Rp 75 juta dipakai buat biaya pendampingan dari pusat selama dua tahun. Sama dengan paket pertama, paket ini juga tidak dikenakan biaya royalti.

Target omzet dalam paket ini sebesar Rp 50 juta per bulan. Selain olahan bebek cepat saji seperti di paket pertama, mitra yang mengambil paket ini juga menyediakan menu, seperti bebek goreng, bebek bakar, dan sate bebek.

Terakhir, paket paket restoran dengan biaya investasi Rp 300 juta. Mitra akan mendapatkan perlengkapan masak, peralatan makan, meja kursi, freezer, dan bahan baku untuk 50 menu makanan.

Omzet paket ini diperkirakan Rp 60 juta per bulan. Khusus paket ini dikenakan royalti fee sebesar 5% dari omzet. Menu yang dijual di paket terakhir ini lebih lengkap. Selain menu paket mini resto, juga terdapat menu barbeque bebel, kwetiau bebek, dan bebek lada hitam.

Harga menu olahan bebek ditempat ini dibanderol mulai Rp 8.000 hingga Rp 45.000 per porsi. Sidik mengatakan, laba bersih setiap paket sekitar 50% dari omzet. Dengan laba tersebut, mitra bisa balik modal dalam waktu 14 bulan hingga 22 bulan.

“Nanti, pusat akan menyediakan koki dan mitra tinggal mencari karyawan sendiri,” ujar Sidik.

Konsultan waralaba dari International Franchise Business Management, Evi Diah Puspitawati menilai, peluang bisnis olahan bebek masih menjanjikan. “Menu olahan bebek dan ayam diminati masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Selama makanannya enak dan lokasinya bagus, bisnis tersebut bisa saja laku dan ramai dikunjungi pembeli. Namun demikian, ia tetap mengingatkan calon mitra untuk berhati-hati dalam mengambil sebuah tawaran kemitraan olahan bebek.

Begitu pun dengan tawaran kemitraan Restoran Kwak Kwek. Sebagai pemain baru, Restoran Kwak Kwek mestinya memperbanyak cabang sendiri dulu. Bila kinerja cabang memuaskan, baru menawarkan kemitraan.

“Paling tidak tiga tahun dulu dan sebaiknya sudah punya cabang yang terbukti balik modal,” kata Evi. Menurut Evi, jika pengalaman masih kurang, franchisor bisa kerepotan saat mitra semakin banyak.

Makanya, penting bagi mitra untuk memperhatikan apakah bisnis yang ditawarkan berjalan bagus selama ini, ada standardisasi dan dukungan yang diberikan oleh kantor pusat. (Sumber : Kontan)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response