Mantan TKI Dirikan Kelompok Usaha Sapi Perah

Ternak Sapi Perah Banyuwangi

Ngantang – Pemberdayaan bagi para mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pernah bekerja di luar negeri dinilai penting. Salah satunya dengan membentuk kelompok usaha untuk meningkatkan taraf perekonomian keluarga TKI di Tanah Air. ”Diharapkan (lewat pemberdayaan kelompok usaha ) TKI purna akan lebih bersemangat dalam usaha dengan inovasi dan usaha untuk memenuhi kebutuhan sekaligus ciptakan lapangan kerja bagi orang-orang sekitar,” ujar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Gatot Abdullah Mansyur saat meresmikan Kelompok Usaha Sapi Perah Ngantang Jaya, Dusun Songkorejo, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (19/8).

Kelompok usaha sapi perah Ngantang Jaya ini diresmikan Gatot Abdullah Mansyur di tengah rangkaian kegiatan Safari Ramadhan BNP2TKI ke sejumlah wilayah di Jawa Timur. Gatot menjelaskan, kelompok usaha dibentuk untuk memberi motivasi bagi para mantan TKI atau yang disebut TKI purna tersebut. Untuk itu mantan Duta Besar Indonesia di Arab Saudi itu memastikan komitmen pemerintah melalui BNP2TKI berdiri dan berkembangnya kelompok usaha seperti kelompok sapi perah Ngantang Jaya. Salah satunya dibuktikan dengan sumbangan satu ekor sapi untuk kelompok tersebut ”BNP2TKI sumbang satu sapi, Insya Allah berkah, tidak banyak, tapi ini semangat bahwa pemerintah mendukung,” tukas Gatot. Terkait TKI sendiri sambung Gatot, pemerintah Indonesia tidak pernah mendorong warganya untuk bekerja di luar negeri. Sebaliknya, pemerintah tetap berharap warga negaranya bisa mencari dan menjalani pekerjaan di Indonesia. ”Pemerintah dalam tidak dalam posisi mendorong warga ke luar negeri, kalau sudah di dalam negeri itu sudah bagus, tapi pemerintah sadar belum bisa menyerap sepenuhnya tenaga kerja maka antara lain jadi tenaga kerja di luar negeri, karena itu pemerintah akan memfasilitasi sebaik-baiknya,” terang Gatot.

Khusus kepada Kelompok Usaha Ternak Sapi Perah Ngantang Jaya, Gatot berharap terus berkembang dan tetap mengedepankan kepentingan kelompok. ”Kelompok diharapkan dapat menjadi lebih besar dan berkembang dengan tetap kedepankan kepentingan kelompk untuk kesejahteraan bersama, tetap menjalankan usaha kelompok,” katanya. Sebab itu tambah Gatot, pihaknya mengapresiasi pula peran organisasi seperti Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan International Organization for Migration (IOM) yang turut berkontribusi dalam pembentukan kelompok usaha ternak Ngantang Jaya. Ketua Kelompok Sapi Perah Ngantang Jaya Ketua Jiati Ningsih, menyatakan, kelompok yang dipimpinnya menampung 40 orang anggota. ”Anggota kami mantan TKI di luar negeri,” ujar Jiati.

Jiati juga mantan TKI yang pernah bekerja di Taiwan dan Hongkong. Wanita berkulit kuning langsat dan berambut sebahu itu berharap ke depannya pemerintah seperti BNP2TKI bisa memberi bantuan berupa sapi. Pasalnya tambah Jiati, pembentukan kelompok sapi perah juga akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar yang tidak memiliki pekerjaan. ”Bisa menyerap tenaga kerja masyarakat dari luar yang pendidikannya tidak tinggi, jadi harapannya bisa diserap,” tandas Jiati.(Sumber : jurnas.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response