Manisnya Usaha Ternak Kroto

Cara Ternak Kroto

Sejumlah petani di Kudus dan Demak, Jawa Tengah, saat ini beternak kroto yang merupakan telur dari semut rangrang. Melalui usaha ternak kroto itu, petani memperoleh penghasilan tambahan di luar hasil panen padi.

Cara ternak kroto dilakukan dengan memanfaatkan stoples plastik bekas sebagai rumah semut rangrang.  Stoples itu dipasangi kawat dan dilapisi cairan nutrisi mirip madu cair yang membuat semut rangrang mau menetap untuk kemudian bertelur. Setelah diisi semut, stoples itu diletakkan di ubin keramik yang disusun di rak-rak kayu. Dalam tempo dua minggu, semut rangrang menghasilkan telur atau yang lebih sering disebut sebagai kroto.

Telur semut alias  kroto itu menempel di kawat dan dinding stoples. “Kroto bisa dipanen dalam tempo dua minggu. Kroto itu kami jual ke pasar atau pencinta burung. Harganya Rp 100.000-Rp 150.000 per kilogram,” kata Ngatman (42), petani Desa Terban. Kroto hasil ternak tersebut dijual untuk pakan burung atau untuk umpan pakan ikan.

Menurut Ngatman, sebelumnya para petani mencari kroto di pohon-pohon dengan bambu yang ujungnya diberi alat penjaring berbentuk kerucut. Hasilnya kurang banyak dan hanya ada setiap musim hujan.

Agar dapat memperoleh hasil berkala, petani Desa Terban mencoba-coba ternak semut penghasil kroto dengan stoples. Kesulitannya adalah membuat semut rangrang kerasan tinggal di stoples. “Untuk itu, kami membuat cairan nutrisi khusus agar semut mau menetap di stoples,” kata Ngatman yang masih merahasiakan bahan-bahan nutrisi itu.

Menurut Supriyono, petani baru membudidayakannya di 67 stoples. Pada panen pertama, petani mendapat 6 kilogram kroto senilai Rp 600.000. “Perawatannya cukup mudah. Petani tinggal memberi nutrisi setiap hari dan memberi makan semut dengan jangkrik dan tulang yang masih menyisakan daging,” kata Supriyono.

Usaha ternak kroto ini juga dilakukan oleh Sukarmin, salah satu warga  Blimbing, Desa Karangrejek, Wonosari, Gunung Kidul. Sukarmin mencoba peruntungan dengan usaha ternak semut rangrang penghasil kroto.

“Selain mudah dalam perawatan dan tidak memerlukan lahan luas, ternak kroto juga tidak membutuhkan modal besar namun bisa menambah penghasilan dari penjualan kroto (telur semut). Kami menangkap peluang bisnis ternak kroto itu berawal dari kebutuhan akan kroto di pasaran yang masih sangat minim, sedang permintaan membludak. Khususnya di Yogyakarta, kroto dijadikan sebagai pakan burung berkicau dan campuran umpan ikan,” kata Sukarmin.

Melihat kenyataan di pasaran, melirik usaha penjualan kroto merupakan pilihan yang tepat bahkan bisa menjadi alternatif usaha yang cukup menjanjikan.

Hal ini dipengaruhi mahalnya harga kroto dimana per 1 kilogramnya bisa mencapai Rp 70.000 – Rp 90.000 di tingkat pengepul. Padahal jika dalam kondisi normal, produktivitas telur semut mampu menghasilkan kroto antara 0,5 – 1 ons tiap toples/botol setiap 15 – 20 hari. Dengan demikian berarti, dalam budidaya semut bisa menghasilkan kroto siap jual setiap 15 – 20 hari sekali.

Sukarmin memiliki cara ternak kroto yang hampir sama dengan para peternak kroto di Kudus. Menurut Sukarmin untuk memulai usaha ternak kroto seseorang harus menyiapkan beberapa komponen diantaranya adalah lahan sekitar 2 – 3 m2, rak, dan toples/botol untuk rumah semut.

Kemudian pindahkan rumah semut dari alam (masih bentuk daun) ke dalam toples/botol. Setelah melalui proses adaptasi selama beberapa hari, semut menempati toples/botol dan pada saatnya nanti ratu semut akan mulai bertelur setelah dibuahi oleh beberapa pejantan. Sedang perawatannya hanya diberi makan berupa belalang, jangkrik maupun ulat berikut minuman berupa air gula secukupnya.

“Saat ini kami baru memiliki modal 95 toples semut, sebagian besar sudah menghasilkan kroto. Diperkirakan, hasil panen kroto 95 toples bisa menghasilkan kroto minimal 4,75 kilogram. Jika dirupiahkan sedikitnya mencapai Rp 332.500 tiap 20 hari sekali dengan asumsi harga kroto Rp 70.000 per kilogramnya,” ungkap Sukarmin. (Sumber: karangrejek.net)

 

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response