Manfaat Pulai Untuk Pakan Ternak Ruminansia

DUNIATERNAK.COM , – Pulai, tanaman dari suku kamboja-kambojaan ini ternyata punya faedah yang banyak lho! Ya, selain populer sebagai bahan untuk pembuatan furniture, ia pun dahsyat diperuntukan sebagai obat herbal. Tanaman yang bernama latin Alstonia scholaris L ini diyakini ampuh mengobati penyakit demam, malaria, limpa membesar, batuk berdahak, diare, disentri, kurang nafsu makan, perut kembung, sakit perut, kolik, anemia, kencing manis, wasir, gangguan haid, bisul, tekanan darah tinggi, rematik akut, borok (ulcer), beri-beri, masa nifas, dan payudara bengkak karena ASI.

Tak berhenti di situ, pulai pun memiliki manfaat besar di sektor peternakan. Ya, beberapa kalangan menyebutkan bahwa pulai dapat dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit scabies pada ternak kambing. Kandungan protein kasar, serat deterjen netral dan serat deterjen asam tanaman pulai berturut-turut sebesar 18%, 25%, dan 17%.

Kandungan bahan organik tanaman pulai dalam penelitian ini berkisar antara 91-92% setara dengan kandungan bahan organik pada G.sepium 87-91% dan S. sesban 89-90% yang dipotong pada umur 6 minggu. Terlihat dari kualitas yang dimiliki, maka tanaman ini sangat berpotensi sebagai sumber pakan ternak, serta merupakan alternatif sumber protein murah untuk peningkatan produktivitas ternak ruminansia.

Kandungan tanin pada tanaman pulai sendiri mencapai 0,67%, tanin terkondensasi (condensed tanin) 0,009% dan saponin 1,92%. Komponen sekunder pada tanaman pulai relatif rendah, sehingga diharapkan ternak yang mengkonsumsi tanaman ini tidak akan mengalami ganggguan dalam pertumbuhannya.

Salah satu faktor yang penting dalam peningkatan produksi ternak terutama ternak kambing adalah penyediaan tanaman pakan ternak yang berkualitas secara kontinu serta berkelanjutan. Salah satu cara penyediaan tanaman pulai secara kontinu adalah melalui Budidaya tanaman tersebut. Di Indonesia pulai biasanya berbunga dan berbuah antara bulan Mei sampai Agustus. Pulai berbiji sangat banyak rata-rata tiap kilogram biji kering berisi 500.000 butir.Budidaya tanaman pulai dapat dilakukan baik secara generatif maupun vegetatif. Penyediaan bibit berkualitas secara generatif masih terhambat karena belum adanya sumber benih yang sudah diuji.

Oleh karena itu bibit dapat diperoleh dari pohon induk. Teknik ini sangat penting karena akan mempertahankan genotif jenis-jenis pohon yang melakukan penyerbukan silang dan berdaur panjang. Teknik pembiakan vegetatif pulai dapat dilakukan dengan cara stek cabang dan stek pucuk, tingkat keberhasilan stek pucuk dapat mencapai 89%.Produksi segar tanaman pulai per panen yang diperoleh pada intensitas pemotongan 120 cm dan interval panen 90 hari dengan jarak tanam 2 meter x 3 meter, yakni sebanyak 4,83 kg/pohon/panen, atau menghasilkan sebanyak 32,34 ton/ha/tahun.

Proporsi daun dibandingkan dengan batang pada tanaman pulai relatif bagus yakni 0,42. Proporsi daun ini penting diketahui, sebab umumnya bagian tanaman yang dikonsumsi ternak dan lebih palatabel (disukai) adalah daun. Disamping itu kandungan nutrien daun lebih baik dibanding batang. Daun merupakan bagian tanaman tempat berlangsungnya proses fotosintesis maupun sintesa protein.

Sumber : rimanews.com

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.