Malindo Siap Bangun 2 Pabrik Pakan Ternak Anyar

Pabrik Pakan Ternak Malindo

Produsen pakan ternak terpadu, PT Malindo Feedmill Tbk, menyiapkan sejumlah agenda ekspansi pada tahun ini. Malindo berniat
membangun dua pabrik pakan di Makassar Sulawesi Selatan dan Semarang Jawa Tengah.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, manajemen Malindo mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp 250 miliar di tahun ini. “Realisasi belanja modal akan tergantung progress proyek di lapangan,” ucap Rudy Hartanto, Corporate Secretary Malindo Feedmill, kepada KONTAN, Kamis (14/2).

Dengan membangun dua pabrik pakan, Malindo mengharapkan kapasitas produksi pakan meningkat 50% dibandingkan kapasitas saat ini yang  mencapai 900.000 metrik ton per tahun. Jadi, setelah dua pabrik pakan ini beroperasi, kapasitas pabrik pakan Malindo akan mencapai 1,35 juta  metrik ton.

Di tahun lalu, kapasitas produksi pakan ternak Malindo baru mencapai 550.000 metrik ton. Saat ini, pangsa pasar pakan ternak Malindo mencapai 7% hingga 8% dari pasar nasional.

Selain pakan ternak, Malindo juga memproduksi ayam berusia sehari atau day old chicken (DOC). Hingga kini, emiten berkode saham MAIN ini telah  memproduksi DOC sebanyak 190 juta ekor per tahun. Dari situ, Malindo menguasai pangsa pasar DOC sebesar 9%. Malindo memproyeksikan produksi di semua lini bisnisnya bertumbuh minimal 20% pada tahun ini.

Malindo juga mulai menggarap bisnis makanan olahan berupa sosis dan nugget pada kuartal pertama tahun ini. Produk baru tersebut mengusung merek Sunny Gold. Peluncuran produk ini tinggal menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Lini bisnis baru itu berada di bawah kendali anak usaha Malindo yang baru, yakni PT Malindo Food Delight. Pembangunan pabrik Malindo Food dimulai sejak tahun lalu. Perusahaan ini membangun dan mengembangkan pabrik di Cikarang, Bekasi.

Nilai investasi di lini bisnis baru itu mencapai Rp 110 miliar, yang bersumber dari belanja modal tahun lalu. Pabrik tersebut akan memproduksi makanan olahan berbahan baku ayam, dengan kapasitas produksi 9.000 ton per tahun. Adapun kontribusi unit bisnis baru di tahun pertama sekitar 4% terhadap total pendapatan Malindo.

Malindo selama ini fokus di tiga lini bisnis: pakan unggas, DOC dan ayam broiler. Per akhir Juni 2012, bisnis pakan ternak berkontribusi paling besar terhadap kinerja Malindo, yakni 64% total pendapatan. Adapun DOC menyumbang 23% pendapatan, serta bisnis ayam ras broiler berkontribusi  10%.

Demi menunjang lini bisnis baru di bidang makanan olahan, Malindo mulai memperkuat bisnis ayam ras pedaging. Selama ini Malindo tidak menambah kapasitas produksi ayam broiler. Setelah memiliki pabrik pengolahan makanan, Malindo perlu penyuplai bahan baku yang cukup.

Malindo siap membangun beberapa peternakan ayam broiler di daerah Jawa. Setidaknya perusahaan ini akan menambah kapasitas sekitar 30% dari kapasitas saat ini.

Sebelumnya, manajemen Malindo memproyeksikan penjualan pada tahun lalu tumbuh 25% hingga 30% menjadi Rp 3,25 triliun hingga Rp 3,38 triliun. Adapun laba bersihnya diproyeksikan meningkat 25% hingga 30% year-on-year menjadi Rp 256 miliar hingga Rp 267 miliar. (Sumber : Kontan)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response