Kuantitas Murbei, Kunci Sukses Ternak Ulat Sutera

ternak ulat sutra

DUNIATERNAK.COM, – Dewasa ini jika dilihat dari catatan berbagai dinas peternakan yang tersebar di seantero nusantara, tak sedikit para peternak ulat sutera yang gulung tikar akibat krisis pakan. Menurut Bambang Muhammad Ishkak, seorang peternak ulat sutera asal Cianjur-Jawa Barat, meski rupa ulat kecil dan mungil, tapi memiliki nafsu makan setara dengan kambing sehingga ketersediaan pasokan pakan merupakan jawaban agar peternak tidak gulung tikar.

Pakan utama ulat sutera adalah daun murbei, dan selain daun murbei, ulat tak mau makan. Dalam sehari, pemberian pakan ulat sutera bervariasi tergantung instar, begitu juga dengan penyajiannya. Jika sudah memasuki instar 5, ulat bisa diberikan pakan 3 kali sehari (pagi, siang dan sore), masing-masing sebanyak 30 kg daun murbei. Jika ditotal, per hari ulat sutera bisa menghabiskan 1 kuintal daun murbei.

“Ulat sutera itu sangat rakus, setiap pemberian pakan saya selalu keteteran sehingga saya berikan daun murbei berikut batangnya saja, karena jika saya petik satu per satu daunnya terlalu memakan waktu, sedangkan ulat sangat cepat menghabiskan daun,” ujar Bambang, kepada jitunews, di Cianjur.

Menurut Bambang, sebelum melakukan ternak sebaiknya peternak menanam terlebih dahulu tanaman murbei untuk menjaga stok pakan. Selain itu, adapun hal yang harus diperhatikan agar ternak ulat sutera tetap berjalan adalah penyakit yang sewaktu-waktu bisa menyerang.

Ada dua jenis penyakit yang biasanya menyerang ulat sutera yaitu Febrin dan Maskardin. Febrin merupakan penyakit bawaan dari telur yang sampai dengan saat ini belum ada obatnya. Dampak penyakit Febrin, begitu menetas ulat bisa langsung mati dan jika berhasil hidup hingga dewasa, pada instar 4 warna ulat berubah menjadi kecokelatan dan nafsu makannya berkurang, sehingga kokon yang dihasilkan memiliki kualitas buruk.

Sedangkan penyakit Maskardin disebabkan oleh kandang dan pakan yang terlalu lembab. Biasanya karena petani kurang teliti, jika musim hujan daun murbei bisa menjadi lembab dan berjamur. Sehingga, sebelum diberikan pada ulat, daun harus dikeringkan. Jika keadaan lembab dampaknya kandang maupun pakan bisa keluar jamur. Dan jika terkontaminasi, ulat bisa mati dan bangkainya pun mengeras/kaku.

“Meski begitu ulat sutera merupakan hewan yang solider, kalau terkena penyakit si ulat ini akan memisahkan diri dari kawanannya sehingga efek menularnya lebih kecil,” tukas Bambang.(Sumber: jitunews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.