Konsumsi Daging Meningkat, Lalu Lintas Ternak Diperketat

daging sapi berkualitas

CIANJUR, – Memasuki bulan puasa, tingginya konsumsi dagingn, membuat Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Cianjur akan memperketat pengawasan lalu lintas ternak. Pasalnya, sebagian pasokan daging sapi dan kambing di Cianjur berasal dari luar daerah.

Langkah memperketat pengawasan lalu lintas ternak dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit berbahaya. “Biasanya kalau konsumsi tinggi dan suplai ada di luar daerah, para pengepul-pengepul sapi ini kan tidak cermat membeli kualitas ternak. Yang penting asal ada. Makanya kami perketat terutama di pengecekan penyakit ternak,” ucap Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Cianjur, Djoni Rozali kepada “PR” Online, Rabu (25/6/2014).

Biasanya, kata Djoni, kiriman ternak itu berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Oleh karena itu, diberlakukannya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), pengawasan ternak berpenyakit dapat diantisipasi sedini mungkin.

“Untuk ternak-ternak lokal seperti diPasar Hewan Cianjur sudah dari lama kami melakukan pemeriksaan setiap kali ternak akan dijual di tempat tersebut. Namun, pengawasan yang akan diperketat adalah pemeriksaan ke tempat-tempat jualan yang biasa digelar di pinggir jalan,” ucapnya.

Selain itu, kata Djoni, pemeriksaan juga akan dilakukan di peternakan baik yang dimiliki perusahaan maupun perorangan serta tempat pemotongan hewan, pasar tradisional, dan supermarket. Hal ini didasarkan pada kebutuhan daging yang meningkat setiap kali perayaan hari besar.

“Kami melakukan pemeriksaan ke pasar untuk memeriksa kualitas daging yang dijual. Meski belum ditemukan adanya daging gelonggongan yang beredar dipasaran, kami tetap melakukan pemeriksaan. Sebenarnya, pemeriksaan dan pengawasan semacam ini, rutin dilakukan, hanya saja intensitasnya lebih ditingkatkan lagi jelang perayaan hari besar,” ucapnya.

Meskipun demikian, Djoni mengakui mengakui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Cainjur minim. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada pengawasan penyebaran penyakit menjadi tidak terdeteksi.

“Saat ini, Cianjur memiliki tiga puskeswan, yang tersebar di Kecamatan Cipanas, Agrabinta dan Sukanagara. Tiga puskeswan ini, membawahi 10-11 kecamatan. Padahal idealnya, puskeswan ada di masing-masing kecamatan. Kondisi tersebut sangat tidak efektif dan menjadi kendala dalam pemgawasan kesehatan hewan, baik hewan ternak dan hewan peliharaan,” tuturnya.

Sementara itu, dari pantuan “PR” Online, harga daging sapi saat ini di sejumlah pasar tradisional pada kisaran Rp 90 ribu per kilogram. “Sudah mulai naik harganya, sebelumnya bisa Rp 80 ribu per kilogram. Namun masih wajar,” kata Mimin (52), salah seorang pedagang daging di Pasar Induk Cianjur. (Sumber : pikiran-rakyat.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response