Klaster Peternakan Butuh Dukungan Seluruh Instansi

kampung domba terpadu

DUNIATERNA.COM, – Sistem klaster baik peternakan, pertanian, maupun kerajinan tidak bisa berjalan maksimal apabila tidak ada dukungan dari instansi terkait secara berkelanjutan. Keterangan tersebut disampaikan Camat Jambu, Agus Susilo Utomo, Selasa (22/4).

Melihat potensi yang ada di Kabupaten Semarang khususnya di Kecamatan Jambu, dirinya optimis program yang diwacanakan Bupati Semarang, Mundjirin bisa terlaksana.

“Di Kecamatan Jambu ada potensi peternakan, pertanian, perkebunan dan tanaman obat keluarga, serta kerajinan yang bisa didorong capaian hasilnya menggunakan sistem klaster. Belum lagi di kecamatan lain yang notabene memiliki ciri khas tersendiri,” ungkapnya kepada wartawan.

Pihaknya berjanji, akan berkoordinasi bersama instansi terkait agar program itu terwujud. Di sisi lain, dalam hal pendanaan Agus Susilo berencana mengarahkan sejumlah alokasi bantuan keuangan untuk kelangsungan kelompok ternak dan kelompok lainnya di Kecamatan Jambu.

“Kami akan mencoba membuka akses, jika ada dana baik APBD maupun APBN akan diarahkan ke situ. Sebab secara topografis dan geografis Jambu sangat potensial untuk kegiatan semacam itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Semarang, Agus Purwoko Jati, menyambut baik hasil capaian yang telah diwujudkan oleh peternak kambing etawa di Dusun Wawar Lor, Bedono, Kecamatan Jambu.

Meski demikian, dirinya mengakui peternak yang ada di Kabupaten Semarang masih butuh pendampingan agar hewan ternaknya dapat menghasilkan produk yang baik serta terhindar dari penyakit.

“Kalau berbicara kambing etawa, penyakit yang sering terjadi adalah radang susu kambing atau mastistis yang disebabkan oleh bakteri. Itu bisa dicegah bila peternak memahami metode dan menjaga kebersihan kandang,” tandasnya.

Selain pendampingan dengan mengirimkan perwakilan mengikuti pelatihan di wilayah lain, lanjutnya, dia menilai perkembangan ternak kambing etawa di Wawar Lor terlihat sangat signifikan.

Itu dibuktikan dengan, tiga tahun silam pihaknya memberikan bantuan kambing sebanyak 30 ekor betina dan 4 ekor pejantan, dan pada 2014 sudah berkembang menjadi lebih kurang 400 ekor.

“Bimbingan dan pelatihan akan kita agendakan lagi supaya petani ada tambahan pengalaman serta pengetahuan,” tuturnya. (Sumber : suaramerdeka.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response