Kisah Sukses Kelompok Ternak Mitra Abadi Desa Leseng

MEMANGBEDA.NET, – Kelompok ternak Mitra Abadi diresmikan 24 April 2008 silam. Diinisiasi oleh Mukhsen, warga Dusun Seminar, Desa Leseng. Awalnya, laki-laki yang kini jadi ketua kelompok itu hanya memiliki satu ekor induk.

Pemberian bapaknya.Karena keinginannya menjadi peternak sukses, Mukhsen membeli tambahan tujuh ekor sapi pejantan.

Berumur sekitar 1,5 sampai 2 tahun. Waktu itu harganya Rp3,5 juta per ekor. Namun saat sapi itu diturunkan dari truk, salah satu di antaranya mengalami patah kaki.

Khawatir rugi, dia berusaha mencari cara untuk menyebuhkan luka patah itu. Puskeswan terdekat pun didatanginya. Namun hasilnya nihil. Menurutnya, poskeswas hanya memprioritaskan sapi milik kelompok.

Akibat sulitnya proses penyembuhan, akhirnya sapi itu terpaksa dijual dengan harga murah Rp1,5 juta.

”Saya tidak dilayani. Saya disarankan bentuk kelompok agar jadi prioritas. Dari situ saya kepikiran bentuk kelompok. Sepulang dari poskewan saya kumpulkan saudara dan tetangga. Saya ajak mereka bentuk kelompok,” tutur Mukhsen Sabtu (7/11).

Pada awal terbentuk, jumlah anggota Mitra Abadi 11 orang dengan total ternak sekitar 50an ekor. Pasca terbentuk, anggota kelompok tidak pernah terpikirkan untuk meminta bantuan ke pihak mana pun. Murni sekedar memelihara sapi, dengan harapan mendapatkan pelayanan prioritas.

”Agar kelompok kami tetap hidup, kami belajar ke kelompok lain yang lebih maju di Moyo Hulu waktu itu.

Ada namanya kelompok Saling Satotang di Desa Pernek. Saat ada pertemuan kelompok ini kami juga ikut-ikutan,” katanya.

Perlahan Mitra Abadi mulai tercerahkan. Anggota kelompok pun mulai belajar menanam rumput pakan.

Kebetulan di saat bersamaan, program Japan Internasional Corvoration Agenci (JICA) lagi ngetrendnya.

Program ini, kata dia, yang menyupport kelompok ternak saling satotang, Pernek waktu itu.

Memasuki awal tahun 2009, Mitra Abadi semakin serius. Saat itu muncul program Batamas tentang Biogas.

Kesempatan itu tidak mau dilewatkan begitu saja. Kelompok pun memasukkan proposal biogaster dan tembus Rp30 juta tanpa diduga sebelumnya. Program tersebut sukses dan sempat berjalan tiga tahun.

Semenjak itu, bantuan untuk Mitra Abadi terus mengalir. Memasuki tahun 2011 dapat bantuan lagi Rp225 juta dalam program sarjana membangun desa (SMD). Dari uang itu, dibeli sapi 34 ekor. Masing-masing 30 induk siap beranak dan 4 pejantan. Waktu itu jumlah anggota kelompok sudah meningkat 13 orang.

Sapi yang telah distribusikan ke para anggota itu, tuturnya, jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam 5-6 bulan, sapi dari program SMD pun beranak. Jumlah anaknya 30 ekor. Sejak itu total ternak milik Mitra Abadi mencapai sekitar 150an ekor.

Pada tahun yang sama, kelompok tersebut kembali mendapat bantuan Rp50 juta dari program Unit Layanan Imunisasi Buatan (ULIB). Dari alokasikan APBN itu, Mitra Abadi membeli sejumlah perangkat unit pelayanan imunisasi buatan. Alat tersebut masih ada dan masih bisa digunakan sampai saat ini.

Tidak sampai di situ, tahun 2012 dapat bantuan lagi Rp105 juta dari program grassroot dari Jepang. Uang itu dialokasikan untuk pembuatan dan pembelian infrastruktur peternakan. Seperti kandang kolektif, pagar kandang, balai pertemuan kelompok, sumur gali, pompa air, genset dan biaya penanaman rumput pakan.

Seiring berjalannya waktu, jumlah ternak samakin bertambah. Bahkan tidak sedikit yang dijual. Dalam setahun terjual 2 sampai 3 ekor per anggota. Uangnya selain masuk kas kelompok, juga dialokasikan anggota dan kebutuhan kelompok. ”Sudah banyak yang dijual. Dua sampai tiga ekor per tahun per anggota.

Sejak tahun 2012 tidak pernah lagi dapat bantuan,” terangnya.

Sepertinya, bantuan pemerintah itu tidak percuma. Pada tahun 2013, Mitra Abadi sukses keluar sebagai juara kabupaten dalam lomba kelompok tani ternak. Kemudian tahun 2014 juara II Provinsi NTB dan di tahun yang sama raih juara Eksebisi I tingkat Nasional.

”Tahun ini Mitra Abadi kembali dipercaya sebagai penggerak centra peternakan rakyat dalam program sebuah program dari Dirjen Peternakan,” ungkapnya, bangga.

(Sumber: lombokpost)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.