Kisah Kelompok Ternak Kambing Sukses


DUNIATERNAK.COM, – Pada tahun 2016 disepakati untuk membuat kandang sentral berkapasitas 400 ekor kambing di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, inisiasi dari Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Jawa Timur, dengan memberdayakan 20 orang mustahik sebagai pengelola dengan jumlah kambing 100 ekor. Kini jumlah kambing telah mencapai 150 ekor.

Bahkan seorang warga berumur 70 tahun antusias ikut bergabung dalam program ternak kambing ini. Kemudian dibentuk sebuah kelompok ternak bernama “Kelompok Ternak Klanting Mandiri Sejahtera” sebagai wadah para penerima manfaat program.

Alhamdulillah, konsep program yang telah direncanakan berjalan sesuai harapan. Penggemukan hewan berjalan dengan optimal dan menghasilkan bobot yang diharapkan sehingga dapat dijual dengan harga yang cukup tinggi.

Saat idul adha selesai, maka tibalah waktunya untuk bagi hasil keuntungan dengan para penerima program. Para penerima program dipanggil satu per satu kedalam ruangan kantor. Pak Jal, 65 tahun, adalah orang pertama yang dipanggil.

Setelah di hitung, perolehan keuntungannya mencapai Rp5 juta dalam waktu 4 bulan perawatan. Tanpa sadar, saat itu juga beliau langsung berlinang air mata. Pak Jal tidak percaya bisa memperoleh keuntungan begitu besar, karena biasanya dalam waktu setahun biasanya hanya memperoleh keuntungan Rp300 ribu untuk 1 ekor kambing miliknya sendiri.

Selanjutnya Pak Rohim, 25 tahun. Bapak satu anak ini pun meneteskan air mata saat menerima bagi hasil. Keuntungan yang didapatnya sebesar Rp 8 juta. Saat itu juga Pak Rohim bertanya kepada pihak IZI, bolehkah uang yang diperolehnya ini dipakai untuk membeli sepeda motor. Tim IZI pun menjawab tentu saja boleh karena uang tersebut sudah menjadi hak miliknya.

Hampir semua warga penerima program meneteskan air mata haru dan bahagia ketika menerima bagi hasil. Mereka tidak percaya bahwa keuntungan yang diperolehnya sangat besar. Kepala Kantor IZI Unit Lumajang, Maslutfin, menuturkan sampai-sampai ada seorang bapak yang mencium tangan dan memeluknya sehingga membuatnya ikut larut dalam keharuan yang dirasakan.

Diantara semua yang hadir, yang terakhir kali mendapatkan giliran adalah Mas Yet. Seorang lajang yang sudah cukup umur dan berkali-kali ditolak lamarannya oleh gadis pujaannya lantaran tidak punya modal untuk menikah.

Mas Yet dan bapaknya merupakan penerima bantuan program yang paling bersemangat untuk mengikuti program ini. Sehingga keuntungan yang mereka peroleh juga cukup besar, yaitu sebesar Rp 13 juta.

Melihat nominal yang sangat besar, tiba-tiba mas Yet menangis dan langsung berucap, “Pak, aku jadi kawin pak”. Hal itu membuat sang bapak ikut menangis terharu sekaligus bersyukur. Keesokan harinya mas Yet langsung melamar gadis pujaannya dan lamarannya pun diterima. Mereka merencanakan menikah pada bulan Desember ini. (Sumber: IZI)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.