Kemtan Lakukan Budidaya Ternak Sapi Berkelanjutan

Reproduksi Sapi

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kemtan), melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berusaha melakukan fasilitasi pengembangan budidaya ternak untuk peningkatan populasi dan produksi yang berkelanjutan.

Dirjen Pertenakan dan Kesehatan Hewan Syukur Iwantoro mengatakan, usaha pengembangan yang dilakukan adalah optimalisasi inseminasi buatan dan kawin alam, pengembangan budidaya ternak perah, pengembangan perunggasan, penataan usaha peternakan babi dan penguatan kelembagaan peternak.

“Teknologi inseminasi buatan (IB) merupakan cara yang efisien dan efektif dalam meningkatkan populasi dan mutu genetik ternak, khususnya ternak sapi,” kata Syukur saat konfrensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (23/7).

Ia menyampaikan bahwa pada 2013, dari realiasi akseptor IB sebanyak 2.346.171 ekor, penggunaan 2.918.944 dosis semen beku telah menghasilkan kelahiran sebanyak 1.491.276 ekor sapi,” ujar Syukur.

Syukur mengungkapkan target kelahiran pada 2014 ini melalui optimalisasi IB sebanyak 1.796.902 ekor dan kawin alam sebesar 1.4 juta ekor. Hingga bulan Maret 2014, realisasi akseptor IB sebanyak 521.847 (16,13 persen) dengan menggunakan 609.877 dosis semen beku (13,49 persen) dan kelahiran sebanyak 309.708 ekor (15,37 persen).

Ia menjelaskan, pihaknya tengah mengembangkan daerah sentra baru untuk ternak perah di luar pulau Jawa. Daerah baru itu antara lain di Sulawesi Selatan (Kabupaten Enrekang, Sinjai), Sumatera Barat (Padang Panjang), dan Sumatera Utara.

Daerah baru tersebut secara kreatif telah melakukan pemasaran susu langsung kepada konsumen lewat produk olahan. Seperti di Kabupaten Enrekang dengan danke dan Kota Padang Panjang, dengan kafe-kafe susu yang menyediakan produk olahan seperti yogurt, susu pasteurisasi, karamel susu, dan kerupuk susu.

Syukur menerangkan, pengembangan ternak perah dilakukan melalui pendekatan kelompok dengan meningkatkan pengetahuan teknologi budidaya, reproduksi, manajemen usaha dan fasilitasi penguatan modal usaha kelompok itu.

“Disamping itu juga telah dikembangkan progam sistem informasi sapi perah Indonesia atau SISI,” ucap dia.(beritasatu)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response