Kementerian Pertanian Canangkan GBIB

kementerian pertanian

Untuk mendorong peningkatan populasi sapi potong, sapi perah, dan kerbau, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mencanangkan program percepatan peningkatan populasi, melalui Gerakan Serentak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB).

Terkait pencanangan tersebut Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden ditugaskan mengoordinasikan GBIB di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Provinsi Gorontalo.

Kepala BBPTUHPT Baturraden Ali Rachman mengatakan, tingkat kelahiran sapi secara nasional rata-rata baru 1,5 juta ekor setiap tahun. Angka kelahiran tersebut, menurutnya, akan dipacu melalui GBIB sehingga mencapai dua juta ekor setiap tahun.

‘’BBPTU-HPT Baturraden ditugasi mengoordinasikan pelaksanaan GBIB di tiga provinsi dengan target akseptor 62 ribu ekor,’’ ucapnya, kemarin.

Target tersebut, terdiri atas 35 ribu akseptor di Jawa Tengah, tujuh ribu akseptor di Yogyakarta, dan 20 ribu ekor di Gorontalo. Dia juga mengatakan, untuk menyukseskan kegiatan tersebut, pihaknya telah menyosialisasikan dan mengoordinasikan GBIB tingkat Jateng di Semarang.

Ujung Tombak

‘’Ujung tombak kegiatan ini adalah Dinas Peternakan Jateng dan kabupaten. Karena itu, dalam sosialisasi, kami undang perwakilan dari dinas peternakan 28 kabupaten potensial di Jateng.

Kami juga berterima kasih kepada Kepala Dinas Peternakan Jateng, DIY, dan Gorontalo atas kesediaan berkoordinasi,’’jelasnya. Berkaitan dengan kegiatan ini, dia berharap, peternak dapat proaktif mendaftarkan ternak untuk mengikuti kegiatan ini.

Sebab, kegiatan ini dirancang pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan peternak, dengan cara meningkatkan populasi sapi. ‘’Peternak yang ternaknya kesulitan bunting, segera lapor ke petugas Dinas Peternakan terdekat, sehingga dapat ditangani. Akhirnya, ternak menjadi lebih produktif,’’kata dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, dalam GBIB, sapi betina akan disuntik hormon PGF2 alfa untuk memacu birahi. Setelah itu, dilakukan inseminasi buatan. Diharapkan, setelah proses tersebut, sapi dapat bunting dan populasi sapi di Tanah Air meningkat.

Dia berharap, dengan peningkatan populasi sapi, kebutuhan daging nasional bisa dipenuhi dari dalam negeri atau minimal mampu menekan impor.

Dalam sosialisasi, petugas dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten potensial lainnya, mendapat pelatihan mengenai pemeriksaan kebuntingan serta ganguan reproduksi ternak. “Ada 240 orang yang sudah kami latih,’’imbuhnya.

(Sumber : suaramerdeka.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.