Kementan Tetapkan Impor Sapi 80 Ribu Ton Selama 2013

Impor Sapi Bakalan

Kementerian Pertanian mentetapkan alokasi impor sapi berupa bakalan dan daging beku sapi sebanyak 80 ribu ton selama 2013.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan di Kulon Progo, Senin, mengatakan total impor sapi jika diprosentasekan dengan total konsumsi daging mencapai 14,5 persen atau mengalami penurunankan dari sebelumnya 18,4 persen pada 2012.

Kata dia, alokasi impor mengalalami penyususutan 13 persen dibandingkan alokasi impor 2012 seberat 92.000 ton. Perincian kuota impor 2013 adalah 48.000 ton daging, setara 288.000 ekor sapi, dan 32.000 ton daging sapi beku.

“Semangat dari pembatasan kuota impor sapi yakni memberdayakan peternak lokal supaya lebih berjaya di negerinya sendiri. Soal kuota sangat beralasan. Berikanlah bangsa ini kesempatan untuk mencapai swasembada daging sapi,” kata Rusman disela-sela kunjungannya di Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta.

Untuk mencapai swasemada sapi, menurut Rusman, peternak lokal haruslah diberi iklim yang bagus, salah satunya dengan pembatasan impor daging sapi, khususnya dari Australia.

“Secara instan impor sapi sangat mudah, cepat dan murah, tapi dampaknya sangat buruk bagi kelangsungan peternakan di Indonesia, khususnya peternak,” kata dia.

Dia mengatakan target Indonesia swasembada daging sapi pada 2014 masih dalam tahap pelaksanaan. Pembatasan impor sapi tidak diterjamahkan tidak ada impor sapi dari luar negeri sama sekali melainkan 10 persen dari total produksi sapi.

“Jika kebutuhan kita sebanyak 100 persen, maka 90 persennya merupakan daging sapi produksi dalam negeri, sementara 10 persennya impor dari luar negeri,”ujarnya.

Daging sapi yang diimpor harus memiliki kualitas tinggi yang tidak bisa diproduksi di Indonesia seperti kebutuhan daging hotel berbintang tujuh,” katanya.

Untuk mencapai swasedembada daging sapi, kata Rusman, Kementerian Pertanian akan menggalakkan inseminasi buatan dan mengubah cara pandang masyarakat dari beternak untuk investasi menjadi bisnis ternak yang menjanjikan.

“Kami akan membuat loncatan, dari kawin alami menjadi kawin buatan atau inseminasi buatan. Jika terus menerapkan kawin alami, target populasi tidak akan pernah tercapai,” kata dia. (Sumber : Investor)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response