Kaltim Kelebihan Stok Daging

harga daging ayam ras

Balikpapan – Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur (Kaltim), Dadang Sudarya, mengatakan, stok ternak berupa daging sapi maupun ayam serta telur di Kaltim melebihi dari kebutuhan masyarakat bahkan minimal bertahan hingga dua bulan ke depan.

“Stok kita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi, kambing, ayam maupun telur masih lebih dari kebutuhan yang diperlukan selama Bulan Suci Ramadan hingga setelah Idul Fitri tahun ini,” kata Dadang Sudarya di Samarinda, Rabu.

Dia menjelaskan, ketersediaan daging sapi 13.923 ekor atau 2.166 ton dari kebutuhan hanya 13.302 ekor atau 2.088 ton. Kambing 9.129 ekor atau 123 ton dari kebutuhan sebesar 7.982 ekor atau 108 ton.

Sedangkan ayam pedaging, terdapat 9,309 juta ekor atau 9.588 ton dari kebutuhan masyarakat 8,849 juta ekor atau 9.114 ton. Sementara daging beku tersedia 59 ton dari kebutuhan 58 ton. Telur mencapai 5.250 ton sementara kebutuhan masyarakat hanya 3.170 ton.

Jumlah tersebut menurut Dadang jauh meningkat dari kebutuhan maupun ketersediaan ternak pada tahun sebelumnya. Di antaranya, daging sapi sebesar 13.583 ekor dari kebutuhan masyarakat mencapai 12.900 ekor.

“Peningkatan atau kenaikan ketersediaan maupun kebutuhan masyarakat akan komoditas peternakan cukup signifikan dari tahun ke tahun yang diperkirakan mencapai 10 hingga 15 persen namun tetap terpenuhi,” kata Dadang.

Sesuai instruksi dan keinginan Gubernur Awang Faroek Ishak agar pemerintah melalui instansi teknis harus tetap memertahankan ketersediaan akan kebutuhan pangan masyarakat sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, katanya.

Apalagi memasuki Bulan Ramadan dan Idul Fitri maupun hari-hari besar keagamaan, kebutuhan masyarakat diprediksi semakin meningkat.

“Sesuai keinginan Gubernur agar kita selalu melakukan evaluasi terhadap ketersediaan pangan di tingkat lapangan,” kata Dadang.

Dadang menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan lokal terhadap komoditas ternak masih harus mendatangkan dari luar Kaltim.

“Petani ternak lokal kita masih belum mampu memenuhi kebutuhan sehingga masih mendatangkan dari NTB, Jawa dan Sulawesi,” kata Dadang.

Di antaranya, sapi masih didatangkan dari Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan mencapai 70 persen. Ternak kambing dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan sekitar 56 persen, sementara telur ayam ras dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan kurang lebih 40 persen.(ant)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response