Kalsel, ‘Sekolah’ Peternak Itik Alabio

ternak itik alabio

Popularitas Kalsel sebagai penghasil bibit Itik Alabio nampaknya sudah banyak diketahui oleh para pengusaha itik di Indonesia. Terbukti, selama setahun terakhir sudah 200 ribu ekor bibit Itik Alabio dikirim ke seluruh Indonesia untuk dibudidayakan kembali oleh para peternak.

Sekolah Itik, mendengar kata itu mungkin aneh karena memang belum pernah ada di Indonesia adalah sekolah semacam itu. Sekolah Itik yang dimaksud adalah sebuah sekolah formal mulai tingkat SMK sampai D3 yang bidang ilmunya mempelajari masalah itik.

“Kalsel punya potensi luar biasa khususnya soal itik, kami dorong Kalsel untuk punya Sekolah Itik,” ucap Koordinator Himpunan Alumni IPB Ruri Sarasono yang berkunjung bersama 19 orang rekannya ke Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak di Tambang Ulang, Tanah Laut, Kalsel, Sabtu (11/1) kemarin.

Menurut Ruri yang juga menjabat sebagai Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), saat ini itik sedang naik daun. Meskipun belum ada angka resmi peningkatan konsumsi daging dan telur itik, namun menjamurnya kuliner dengan bahan dasar daging itik menjadi bukti kini daging itik makin popular.

“Apalagi di Kalsel, ada Itik Alabio, masyarakat juga sudah sangat familiar,” ujarnya.

Diterangkan alumni Fakultas Pertanian IPB Angkatan 14 Tahun 1977 ini, potensi Itik Alabio yang sangat besar tidak bisa hanya dikembangkan seadanya. Perlu langkah-langkah promosi yang dirancang dengan baik. Tak hanya itu, pengembangan keilmuan tentang itik juga perlu ditingkatkan.

“Oleh karena itu, adanya sekolah itik nantinya akan menjadi daya tarik. Orang kalau mau belajar itik mereka tidak berpikir ke tempat lain, pasti ke Kalsel,” terangnya.

Sekolah tersebut menurut Ruri adalah pengembangan sekolah formal yang ada. Semisal di Kalsel ada sekolah peternakan tingkat SMK bisa dikembangkan khusus untuk belajar tentang itik. Begitu juga jika ilmu itik dikembangkan menjadi pendidikan formal setara D3.

Saat ini menurut Ruri pengembangan itik masih tradisional. Para peternak melakukan tugasnya hanya berpatokan dari ilmu otodidak. Akhirnya, lanjut Ruri, hasilnya tidak maksimal dan tidak efisien karena sering gagal.

“Makanya Kalsel kami sarankan konsentrasi itik saja,” sarannya.

Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU dan HPT) Pelaihari, Tohir, mengatakan, pembinaan terhadap peternak itik sudah dilaksanakan namun sifatnya baru sebatas kursus yang hanya berlangsung 3 sampai 4 hari. Menurut Tohir, pelan tapi pasti, Kalsel kini sudah menjadi rujukan daerah lain untuk belajar itik.

Lebih lanjut Tohir mengakui, permintaan bibit Itik Alabio dalam beberapa tahun terakhir sangat tinggi. Tahun 2013 misalnya, permintaan bibit mencapai 250 ribu ekor.

“Kami sementara hanya mampu 200 ribu ekor saja, artinya masih ada yang belum terpenuhi permintaannya,” ungkapnya.
BPTU dan HPT Pelaihari yang beralamat di Jalan A Yani Km 51 Tambang Ulang, Tanah Laut ini mengembangkan beberapa bibit diantara Itik Alabio dan Itik Mojosari serta kambing dan sapi.

Itik Alabio yang diproduksi BPTI, dijual seharga Rp5.600 per ekor, harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga bibit itik yang sama di pasaran.

“Di Hulu Sungai Utara bibit dijual Rp10 ribu sedangkan di Pontianak Rp12 ribu, bibit kami murah dan sudah teruji keunggulannya,” ujar Tohir.

Bibit Itik Alabio menurut Tohir banyak diminati oleh peternak dari seluruh Indonesia khususnya Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Paling banyak permintaan itik adalah dari Sulawesi Utara tepatnya dari masyarakat peternak yang tinggal di sekitar Danau Tondano.

“Ada yang kami kirim ke Bogor, Jawa Timur, Sidrap, Riau, Medan dan Sulawesi Utara,” tandasnya.
Itik Alabio sendiri punya keunggulan diantaranya mampu bertelur 240 butir per tahun. Namun kelemahannya adalah berat badan itik yang hanya 1,65 kg.

“Kalau Bebek Peking dari Cina memang kualitasnya ekspor dengan daging diatas 4 kg, jadi tidak bisa dibandingkan dengan Alabio kalau untuk ekspor. Alabio berpotensi untuk dalam negeri saja,” ujarnya. (Sumber :  Radar Banjarmasin)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

One Comment on "Kalsel, ‘Sekolah’ Peternak Itik Alabio"

  1. Deni Avio March 23, 2015 at 8:53 am - Reply

    ada kontak nya ngk kalau mau beli bibitnya

Leave A Response