Jelang Puasa Unggas Masuk Jabar Meningkat

pengiriman-ternak-unggas

BANJAR, – Menjelang bulan puasa, pengiriman unggas, seperti ayam dan telur masuk wilayah Provinsi Jawa Barat, meningkat tajam, Saat ini rata-rata 30 truk sarat muatan ayam masuk dari wilayah timur, yakni Provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

‘Sejak seminggu terakhir ini ada lonjakan cukup signifikan. Rata-rata mencapai 30 truk per hari, padahal hari biasa hanya sekitar 15 truk pengangkut ayam masuk wilayah Jawa Barat dari Timur,” ungkap Asep Yadi, petugas Pos Pemeriksaan Hewan, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat di Kota Banjar, Jumat (27/6/2014).

Dia mengungkapkan peningkatan pengriman ternak tersebut bakal terus berlangsung hingga pertengahan bulan puasa. Pekan berikutnya, Asep menambahkan, ada penurunan pengiriman, serta kembali melonjak ketika menjelang lebaran.

“Biasanya pertengahan bulan puasa pengiriman mulai menurun, kembali melonjak menjelang lebaran. Kami juga lebih meningkatkan pengawasan lalu lintas pengiriman hewan ternak, untuk mengantisipasi terjadinya penularan atau masuknya penyakit dari luar wilayah Jawa Barat,” jelasnya.

Asep didampingi karyawan lain, Yanto mengungkapkan, sampai saat ini belum ditemukan kasus menonjol, seperti unggas maupun hewan ternak sakit yang masuk wilayah Jabar.

Mengantisipasi penularan penyakit, lanjutnya, setiap kendaraan yang mengangkut hewan ternak, unggas maupun sapi dan lainnya, disemprot dengan cairan disinfektan.

Tindakan penyemprotan cairan disinvektan untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan penyakit. Hewan yang ditengarai sakit, langsung diperiksa.

Umumnya ternak unggas yang masuk dari wilayah timur berasal dari wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan sekitarnya. Sedangkan telur, lebih banyak masuk dari wilayah Provinsi Jawa Timur.

“Awak kendaraan yang berhenti di pos sering menyempotkan air ke ternak, tujuannya agar lebih segar setelah menempuh perjalanan jauh. Untuk membangunkan ternak besar seperti sapi atau kerbau yang tidak mampu berdiri, kadang dibuat kaget dengan alat kejut, hingga berdiri. Untuk kasus tertentu, ada juga yang terpaksa ditinggal di tempat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Asep mengatakan data bulan Juni 2014 sampai dengan tanggal 26, ayam yang masuk sekitar setengah juta ekor, telur 30 ton. Jumlah tersebut masih lebih banyak dibandingkan data bulan Mei yang totalnya hanya 597.075 ekor.

“Tiap hari ada peningkatan pengiriman. Untuk bulan ini totalnya bakal lebih banyak dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Pada bagian lain petugas chek point Kota Banjar itu mengungkapkan Pada Bulan Mei juga ada 2.357 ekor sapi impor asal Australia yang masuk Jawa Barat.

(Sumber : pikiran-rakyat.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response