Jelang Idul Adha, Pengawasan Kesehatan Hewan Ternak Diperketat

vaksinasi masal ternak sapi

Menjelang hari raya Idul Adha yang jatuh pada 5 Oktober, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Tangsel bakal memperketat pengawasan peredaran dan penjualan hewan ternak. Soalnya, disinyalir hewan berpenyakit beredar.

Kepala DPKP Kota Tangsel Dadang Rahardja tidak membantah adanya peredaran hewan yang disinyalir mengandung penyakit. Soalnya, hewan yang masuk ke kota tujuh kecamatan ini dari luar Tangsel, seperti Cianjur, Sukabumi, Bogor hingga Jawa Tengah. ”Biasanya jika hewan potong yang masuk ke Kota Tangsel sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan di peternakan,” ungkapnya, Jumat (19/9).

Dikatakan, hewan potong yang diperjualbelikan di Kota Tangsel harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari kota asal peternakan. ”Kalau tidak mengantongi SKKH kita tolak. Khawatir hewannya mengandung penyakit dan membahayakan jika dikonsumsi,” ucapnya.

Kata dia, untuk mengantispasi peredaran hewan berpenyakit pihaknya memperketat pengawasan terhadap peredaran hewan maupun daging kurban. Bentuk pengawasan ini dengan mendatangai penjual hewan kurban dan Rumah Potong Hewan (RPH).
”Kita bentuk tim untuk pengawasan. Dengan menggandeng dokter hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM),” katanya.

Kepala Bidang Peternakan DPKP Kota Tangsel SS Nugrahaeni menuturkan, pihaknya bakal mengerahkan ratusan pemeriksa hewan kurban yang disebar di 54 kelurahan. Pemeriksa hewan kurban ini, nantinya bakal didampingi dokter hewan saat melakukan pemeriksaan hewan kurban. ”Ini dilakukan agar masyarakat selaku konsumen hewan kurban merasa nyaman karena hewan kurban yang dibelinya bebas penyakit,” terangnya.

Untuk saat ini, kata dia, pengawasan diprioritaskan pada kambing dan sapi karena tingkat permintaan kedua hewan mulai tinggi. Selain itu, daerah pengiriman kedua hewan ini didominasi dari daerah Bogor. Diketahui, Bogor merupakan salah satu daerah endemik penyakit anthrax. “Semua hewan yang masuk kami periksa dengan teliti. Jika hewan suhunya di atas 40 derajat celcius sudah dipastikan positif anthrax,” katanya.(radarbanten.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response