Jelang Idul Adha, Harga Hewan Ternak Naik

ternak-kambing-bligon

Mendekati momen Hari Raya Kurban, harga hewan ternak sapi dan kambing mulai merangkak naik. Puncak kenaikan harga diprediksi akan terjadi sepekan menjelang hari H.

Petani asal Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Slamet (40), mengatakan saat ini rata-rata harga satu ekor sapi siap potong Rp 15 juta-Rp 17 juta. Dengan harga tersebut warga akan mendapatkan seekor sapi dengan ukuran sedang.

Padahal, beberapa bulan sebelumnya harga ternak sapi tersebut hanyakisaran Rp 13 juta-Rp 14 juta. ”Kenaikannya cukup besar memang, tapi itulah yang terjadi ketika Lebaran Kurban. Ini menjadi momen peternak untuk panen,” katanya, kemarin. Anggota asosiasi peternak Banyumas asal Sokaraja, Tohidin, juga mengatakan rata-rata kenaikan harga ternak sapi di pasaran memang sekitar Rp 3 juta- Rp 4 juta per ekor. Kenaikan tersebut terjadi di pasaran sejak sepekan lalu.

Dimungkinkan ketika mendekati Lebaran Kurban, harga tersebut tidak mengalami kenaikan yang cukup besar lagi. ”Kalau nanti pasokan sapi banyak, rata-rata harga paling kisarannya segitu. Tidak akan naik banyak lagi, kecuali angka permintaan cukup banyak,” jelasnya.

Pedagang ternak kecil asal Pekuncen, Tarsono (56), mengatakan kenaikan harga juga terjadi pada ternak kecil yaitu kambing. Rata-rata harga kambing mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya Rp 300.000-Rp 500.000 per ekor.

Hukum Pasar

Jika pada tahun sebelumnya harga kambing siap potong rata-rata seharga Rp 2 juta, sekarang bisa mencapai Rp 2,5 juta-Rp 2,7 juta. ”Harga itu termasuk harga kambing dengan ukuran sedang. Kalau kambing yang besar bisa mencapai Rp 3 juta lebih. Apalagi jika ukuran kambingnya super,” katanya.

Tarsono juga menjelaskan, saat ini pedagang ternak dari Jakarta juga sudah mulai datang ke wilayah Banyumas, khususnya Pasar Hewan Ajibarang hingga Bumiayu Brebes. Kedatangan para pedagang ternak kambing asal luar kota biasanya akan turut mendorong kenaikan di pasaran. ”Biasanya mereka membeli dalam jumlah banyak, memanfaatkan jasa pedagang lokal. Jika mereka sudah bergerak, maka petani akan menaikkan harga cukup tinggi hingga menjelang Idul Adha. Itu sudah hukum pasar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakan) Banyumas, Sugiyatno, mengatakan kenaikan harga hewan ternak yang saat ini terjadi dinilai masih wajar. Menurutnya, setiap menjelang Idul Adha memang terjadi kenaikan harga.

”Kenaikan harga menjelang Idul Adha itu wajar, namun harus tetap dikontrol agar tidak terlalu tinggi. Menjelang Idul Adha memang menjadi momen peternak untuk meraih untung lebih,” kata dia.

Untuk menghindari kenaikan harga yang tidak wajar, sambung dia, dilakukan dengan penyiapan persediaan hewan ternak lokal. Saat ini di Banyumas terdapat sekitar 16.000 hewan ternak yang terdiri atas sapi, kambing, dan kerbau. Menurutnya, jumlah tersebut mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Banyumas. ”Seandainya ada kekurangan (hewan ternak) jumlahnya tidak terlalu banyak. Untuk menutupi kebutuhan itu didatangkan dari luar daerah,” ujar dia.

Terkait dengan kesehatan hewan, dia mengatakan sejauh ini di Banyumas tidak ditemukan penyakit berbahaya. ”Untuk mengantisipasi masuknya hewan ternak dari luar daerah yang mendertia penyakit berbahaya, sudah ada kebijakan khusus,” ujar dia.(Sumber:suaramerdeka.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response