Jatinom Kembangkan Ternak Sapi Perah Asal Australia

ternak sapi perah

una memenuhi kebutuhan susu secara nasional, Kelompok Ternak Sapi Perah (KTSP) Maju Makmur Desa Krajan, Kecamatan Jatinom, Klaten berkomitmen mengembangkan sapi perah asal Australia. Saat ini KTSP Maju Makmur telah menggandeng pihak ketiga untuk diminta memfasilitasi perluasan kandang serta penambahan ternak sapi.

Pembina KTSP Maju Makmur, Joko Siswanto, Minggu (29/12/2013), mengatakan, selama setahun ini bantuan sapi perah jenis ‘Friesian Holstein’ (FH) asal Australia telah mengalami perkembangan. Dimana dari jumlah 70 ekor, kini menjadi 73 ekor, dan 3 ekor diantaranya sudah bunting.

“Sebanyak 73 ekor sapi perah tersebut saat ini dikelola di dalam kandang seluas 5.000 meter persegi. Hanya saja untuk pengembangannya butuh perluasan kandang dan penambahan ternak sapi,” ujar Joko.

Joko menjelaskan, untuk perluasan kandang dan penambahan ternak sapi perah, pihaknya akan bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri. Dari kandang yang sudah ada, rencananya akan diperluas dengan menambah 1.000 meter persegi dengan kapasitas 100 ekor sapi. Mengenai jenis sapi tambahan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga.

“Penandatanganan kerjasama antara KTSP Maju Makmur dengan Bank Syariah Mandiri akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada 2012 silam, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI mengucurkan bantuan 70 ekor sapi perah jenis FH asal Australia kepada KTSP Maju Makmur Desa Krajan, Jatinom, Klaten. Bantuan senilai Rp 2,9 Miliar itu guna membantu memenuhi kebutuhan susu secara nasional.

Selain mendapatkan bantuan sapi, kelompok ternak juga mendapatkan bantuan berupa paket kandang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten senilai Rp850 juta. Kandang itu dibangun di atas tanah seluas 5.000 meter persegi.

Dalam pengelolaan sapi perah, KTSP Maju Makmur menjalin kerjasama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Jatinom. Dari pengelolaan itu KTSP Maju Makmur menargetkan produksi susu sapi perah minimal 20 liter per ekor. (Sumber : KR Jogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response