Jaga Keseimbangan Populasi, Kuota Ternak Antar Pulau Ditambah

Ternak Sapi Potong NTT

Demi menjaga menjaga keseimbangan populasi ternak di daerah, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menambah kuota antarpulau ternak sapi dari daerah itu ke pulau Jawa, untuk menghadapi hari Raya Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2015. Disamping saat ini sudah memasuki penghujung tahun 2014 dan akan segera dibahas kuota untuk tahun 2015.

“Namun, penambahan kuota antarpulau itu hanya diberikan untuk tiga kabupaten yakni Timor Tengah Utara (TTU), Kupang dan Sumba Timur,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Thobias Uly, di Kupang, Senin.

Sejumlah daerah di NTT dalam beberapa pekan terakhir ini, terus mengajukan permintaan penambahan kuota antarpulau ternak sapi dari daerah itu, karena banyaknya stok ternak sapi yang sudah siap untuk diantarpulau.

“Kuota untuk NTT sudah ditetapkan sejak awal tahun dan sudah habis. Banyak permintaan dan Pemerintah NTT sudah merespon dengan memberikan tambahan kuota. Kalau tambahan kuota ini juga sudah habis, sudah tidak bisa ada penambahan,” katanya.

Dia mengakui, ada permintaan tambahan kuota antarpulau ternak lagi dari Kabupaten TTU, tetapi tidak bisa dilayani lagi karena sudah ada penambahan kuota sebanyak 3.000 ekor.

Uly menjelaskan, pada 2014 ini, Kabupaten TTU mendapat jatah kuota antarpulau ternak sebanyak 7.500 ekor sapi dan jatah itu sudah terealisasi habis pada Novmber 2014 lalu.

Namun, lanjutnya, ada tiga kabupaten yang mendapat tambahan kuota antarpulau ternak sapi yakni, Sumba Timur, TTU dan Kabupaten Kupang. Penambahan kuota ini berdasarkan surat keputusan gubernur NTT.

“SK Gubernur nomor 253/2014, tertanggal 31 Oktober secara jelas ada penambahan kuota untuk Sumba Timur 1.105 ekor, TTU 3.000 dan Kabupaten Kupang 3.500 ekor. Keputusan ini sudah kita sampaikan kepada daerah untuk disesuaikan,” katanya.

Dia menambahkan, untuk menetapkan kuota antarpulau ternak di sebuah daerah ada perhitungan tersendiri dan menggunakan usulan dari setiap daerah.

“Kita kaji antara keinginan pengusaha untuk kirim ternak dan juga tugas pemerintah untuk menjaga kelestarian. Ini dua sisi yang harus dijaga, kalau tidak maka tidak ada keseimbangan. Ada rumus tersendiri untuk mempelajari dan kita sudah coba untuk menghitung bahwa harus ada penambahan kuota, tetapi berdasarkan usulan bupati,” katanya menjelaskan.

Mengenai kuota 2015, Thobias Uly mengatakan dalam pekan ini akan dilakukan pembahasan karena itu, kabupaten/kota agar membawa data-data valid untuk digunakan sebagai perhitungan. (Sumber : ciputranews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response