Jadi Peternak Lele di Kampung Apung

peternak-lele-kampung-apung

DUNIATERNAK.COM, – Penderitaan akibat banjir permanen tidak membuat warga Kampung Apung RW 01 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar) patah semangat. Mereka tetap mampu bertahan dan memanfaatkan kondisi lingkungannya untuk menambah penghasilan.

Genangan di pemukiman dimanfaatkan dengan dibuat kolam-kolam untuk beternak ikan lele. Bahkan termasuk di lokasi rumah yang roboh akibat banjir juga dibuat kolam.

Warga dengan membentuk kelompok-kelompok mengelola kolam ikan lele. Saat ini terdapat lima kelompok yang mengelola sebanyak 140 kolam ternak lele. Setiap kelompok anggotanya bervariasi antara 3-5 orang, dengan jumlah kolam antara 12-30 kolam/kelompok. Nama kelompoknya juga unik meniru nama klub sepakbola, seperti Chelsea, Liverpool, Barcelona dan Beja.

Usman, 42, ketua kelompok Liverpool mengatakan usaha ternak lele mulai dilakukan tahun 2007. Awalnya, warga hanya ingin agar sampah yang menutupi pemukiman bersih, sehingga dibangun kolam. Ternyata hasilnya cukup menjanjikan dan makin bertambah. “Bahkan lokasi bekas rumah yang rubuh karena banjir, juga disulap jadi kolam ikan,” katanya didampingi Ketua Kelompok Chelsea, Idi dan anggotanya Warta, Kamis (27/3).

Dikatakan, mereka membeli benih berukuran 9-10 Cm dengan jumlah antara 5000-10.000 ekor lele dan ditebar serta dipelihara di kolam selama 3 bulan. Biasanya dipanen dijual harganya Rp 16 ribu/ Kg yang isinya 7-8 ekor. “Modalnya dari awal hingga panen sekitar Rp 5 juta, setelah panen menghasilkan Rp 10 juta,” ujar Usman.

Mereka terbantu biaya pemeliharaannya kecil karena untuk memberi makan lele mengambil sisa-sisa ikan Cuwe dari pabrik yang ada di kawasan tersebut. “Kami hanya mengeluarkan modal untuk pakan saat masih benih, setelah besar ada dari pabrik ikan,” ucap bapak dua anak ini.

Mereka mengaku tidak kesulitan untuk memasarkan hasil panennya, bahkan terkadang malah kewalahan memenuhi permintaan pasar. Setiap harinya minim 20 Kg sudah dipesan untuk jualan pecel lele, belum setiap minggunya. “Kalau pemasaran tidak ada masalah, sekarang kami justru kesulitan cari bibitnya,” kata Idi.

Benih lele saat ini susah dicari karena banjir yang menerjang beberapa wilayah. “Banyak kolam pembibitan yang kebanjiran,” ujar Idi.

Menurut Idi, adanya kolam ikan ini sangat membantu warga karena ada tambahan penghasilan. “Lumayan untuk biaya anak sekolah sudah nga pusing lagi,” katanya sambil tertawa.

Warga mengaku senang karena disaat kesulitan benih, pihak Pemko Jakarta Barat memberikan bantuan benih sebanyak 4000 ekor dari rencananya 20 ribu ekor. “Untuk sementara baru 4000 ekor, sisanya menyusul karena lagi kesulitan mencari bibit,” kata Camat Cengkareng, Junaidi.

Meski adanya genangan dapat menambah penghasilan, namun mereka tetap berkeinginan agar wilayahnya dikeringkan dan bebas dari banjir. (Sumber:poskotanews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response