Itik Turi Bantul Masuk Sumber Daya Genetik Ternak Indonesia

Ternak Itik Lokal

Ternak itik turi yang dikembangkan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat pengakuan dari Menteri Pertanian sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan.

“Itik turi telah diakui secara nasional sebagai produk asli Bantul, dan dengan demikian harapannya Bantul bisa mendapatkan nilai tambah dari adanya pengakuan pemerintah itu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul Partogi Pahpahan, Senin (16/6).

Menurut dia, pengakuan terhadap itik turi Bantul oleh Mentan tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 665/Kpts/SR.120/6/2014 tertanggal 4 Juni 2014 tentang penetapan rumpun itik turi, yang mana SK tersebut diterima Bupati Bantul pada 12 Juni saat Penas di Malang.

Pengakuan atau semacam sertifikasi hak paten dari Mentan, kata dia menindaklanjuti permohonan Dinas Pertanian ke pemerintah pusat yang diajukan sekitar Februari 2013, karena itik Turi sebagai pedaging dan petelur ini telah dikembangkan secara turun-temurun di Bantul.

“Itik turi Bantul saat ini telah dilirik para pengusaha kuliner maupun usaha penggemukan itik dari luar daerah seperti Kulon Progo, Purworejo hingga Papua, ini sebuah kebanggaan bagi Kabupaten Bantul khususnya dan DIY umumnya,” katanya.

Sementara itu, Kasi Produksi Ternak Nonruminansia Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Edy Suryanto mengatakan, penetapan itik Turi oleh Mentan ini merupakan yang pertama dalam sektor komoditas unggas di Bantul, bahkan di provinsi DIY.

“Penetapan rumpun itik turi ini akan memberikan dasar hukum bagi Kabupaten Bantul sebagai aset daerah, sehingga dapat diarahkan secara jelas bagi upaya pemurnian, pelestarian, pengembangan dan pennyediaan bibit unggul dan pemanfaatannya secara berkelanjutan,” katanya.

Ia mengatakan itik turi merupakan satu jenis itik petelur dan pedaging hasil keturunan persilangan itik lokal dengan itik impor, nama Turi sendiri berasal dari nama ‘pasar desa’ di Kecamatan Bambanglipuro Bantul, dan terus menyebar ke berbagai wilayah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan.

Menurut dia, dalam sejarahnya, itik ini merupakan anugerah Raja Metaram kepada abdi dalem agar ditangkarkan di daerah Bantul, tetapi tidak disebutkan kapan dan siapa saja raja pada saat itu.

“Ternyata itik ini cukup adaptatif dan berkembang biak dengan baik di daerah Turi Bantul, hingga kemudian menyebar di daerah sekitarnya di antaranya Kretek, Sanden dan Bambanglipuro, sehingga itik ini lebih populer disebut itik Turi Bantul,” katanya.(Sumber : aktual.co)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response