Hindari Kematian, Sapi dan Domba Tak Bisa Hidup Sekandang

Ternak Sapi Perah Mega Kuningan

Langkat – Kematian yang sering terjadi pada ternak sapi terutama sapi bali antara lain diakibatkan kandang yang sama dengan ternak domba.
“Tanpa disadari peternak memelihara ternak sapinya dengan domba yang dimilikinya pada satu kandang dan lingkungan yang sama. Padahal, risiko yang ditimbulkan sangat tinggi, bahkan menyebabkan kematian pada sapi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Peternakan Kabupaten Langkat Agus Tawan ketika ditemui MedanBisnis, Selasa (19/8).

Hal itu kata dia, karena domba memiliki caries (penyakit) virus malignant caterhall fever (mcf) yang bisa menyerang ternak sapi bali hingga mematikan dalam jangka 7 hari. Bulu domba yang mengering keriting dan pada pernafasannya sering mengeluarkan virus mcf sewaktu domba melahirkan.

Sapi yang terkena virus mcf menyebabkan sapi beringus. Ingus sapi itu berwarna kuning kunyit. “Jika sudah terjangkit virus mcf, sapi itu terlihat demam, kornea matanya berwarna putih dan selaput matanya merah. Jika tidak ditanggulangi dalam sepekan (7 hari) setelah sapi bali terserang virus mcf, maka sapi itu akan mati,” jelas Agus.

Menurut Agus, di Langkat sering dilakukan penyuluhan kepada peternak sapi supaya tidak mencampurkan ternaknya dengan domba dalam umbaran atau lingkungan penggebalaan maupun kandang yang sama.

Di Langkat kata dia, ada 200 ekor populasi ternak sapi bali yang lokasinya berjauhan hingga 60 kilometer dari Stabat, yakni di Desa Suka Jaya Kecamatan Besitang yang berdekatan dengan Kecamatan Pematang Jaya.

“Jadi di sana tidak ada ternak domba yang dilakukan masyarakat, karena sebagian masyarakat di Suka Jaya beternak sapi bali yang diumbar atau digembalakan. Bisa dilakukan bersamaan namun harus berlainan lingkungan maupun kandang. Artinya, kawasan lingkungan ternak domba paling dekat berjarak 500 meter dengan sapi bali,” tegas Agus.

Hal itu dibenarkan peternak domba dan pakar domba di Langkat H Tista Waringin Sitompul. “Memang perlu diperhatikan dalam pengembangan ternak sapi bali dan domba. Begitu juga segala jenis domba, mau domba barbados ataupun waringin tidak boleh disatukan lingkungan peternakannya dengan sapi,” jelasnya.

Bila disatukan kata Waringin, maka sapi Bali akan kalah. Makanya, dalam peternakan domba maupun sapi sebaiknya jangan dimbar. Istilahnya, domba dikurung orangya yang digembalakan, yakni, domba tetap dalam kandang peternaknya mencarikan makanan untuk domba.

“Biar orangnya letih tetapi sidomba itu bisa bertukar uang pengobat letih,” kata si penemu domba waringin jebolan Universitas Sumatera Utara itu.(Sumber : medanbisnisdaily.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response