Harga Pakan Ternak Tinggi Karena Bahan Baku Masih Impor

pakan-ternak-berupa-pelet

Pemerintah diminta mendorong pening­katan produksi bahan baku bungkil kedelai untuk pakan ayam yang selama ini masih impor guna meringankan beban peternak dalam mengembangkan usahanya.

“Sampai saat ini, kita masih mengandalkan bungkil kedelai impor sebagai bahan baku pakan ternak, sehingga harga pakan ayam petelur itu tinggi dan memberatkan peternak dalam mengembangkan usahanya,” kata pemilik pabrik pakan ternak ayam petelur Dian Aryo Shandika (DAS), Khalik di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, harga pakan ayam petelur yang tinggi mematikan usaha peternakan petani, karena mereka tidak mampu membelinya. Seperti kejadian dua bulan lalu, sekitar 70 persen peternak di daerah Blitar, Kediri, Banyuwangi dan di wilayah penghasil telur lainnya di Pulau Jawa gulung tikar akibat tidak mampu membeli pakan.

“Biaya produksi pakan ternak ini cukup murah, tetapi harga bahan bakunya yang mahal karena masih mengandalkan pasokan dari Malaysia, Thailand, Tiongkok dan negara lainnya,” ujarnya. Khalik mengatakan, saat ini, DAS hanya mampu memproduksi pakan ayam petelur 30 ton per jam dan belum mampu memenuhi kebutuhan peternak ayam petelur di Pulau Jawa.

“Kita tidak bisa memberikan harga pakan yang lebih murah kepada peternak, karena perhitungan harga sudah sangat sulit seiring harga bahan baku pakan tinggi berpatokan nilai tukar dolar,” ujarnya. Namun demikian, kata dia, pihaknya melakukan hubungan kerja dengan peternak agar memdapatkan pakan agak murah. “Misalnya, pihaknya menjual pakan kepada peternak tersebut tetapi dengan syarat mereka harus menjual telurnya kepada perusahaan, jadi ada hubungan kerja yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya siap mendorong pemerintah untuk dapat memproduksi bahan baku pakan ternak tersebut, agar peternak bisa mendapatkan harga pakan yang lebih murah. “Seandainya pemerintah mampu membangun dan memproduksi bahan baku ini tentu perkembangan peternakan ayam petelur atau usaha peternakan lainnya akan semakin meningkat dan petani bisa dengan cepat meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.

Menurut Khalik, apabila pemerintah belum mampu memproduksi bahan baku pakan ternak, pemerintah harus membenahi biokrasi untuk menekan harga impor bahan baku pakan yang tinggi ini. Misalnya, pemerintah mengurangi pajak cukai pakan ternak impor tersebut, pasokan diperlancar karena banyak bahan baku pakan tertahan di bea cukai yang mengakibatkan harga bahan baku pakan impor itu bisa melambung tinggi. “Biokrasi pemerintah juga memengaruhi harga pakan impor. Jika ada permainan oknum petugas untuk menghambat pasokan bahan baku pakan ternak, maka secara otomatis harganya akan naik, yang pada akhirnya menambah biaya produksi ternak,” ujarnya.(Sumber:jurnalasia.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response