Harga Pakan Ternak Di Minsel Melonjak

Harga Pakan Ternak 2013

Peternak di Minahasa Selatan (Minsel), khususnya di Desa Ranoiapo, Kecamatan Ranoyapo menjerit. Pakan ternak langka, dan kalaupun ada, harga pakan ternak naik signifikan bahkan mencapai 100 persen.

“Sudah sejak bulan Desember tahun lalu, pakan ternak langka dan harganya naik,” kata Welly Liwe, Hukum Tua desa Ranoiapo, Minggu (13/1/2013).

Ia menambahkan, hampir semua jenis pakan ternak naik di Ranoiapo, mulai dari jagung, konga (dedak) padi, konsentrat. “Semuanya naik dan kenaikannya cukup drastis, sehingga sangat memberatkan kami sebagai peternak,” jelasnya .

Dirincikan Welly, jagung naik dari Rp 2.500 sekarang 4.000 per kilogram (kg), dedak dari Rp 100 ribu per karung sekarang Rp 200 ribu atau Rp 2.000 menjadi Rp 3.750 per kg.

Pakan pabrik berupa butiran dari Rp 350 ribu sekarang Rp 400 ribu per karung, konsentrat dari Rp 350 ribu sekarang menjadi 410 ribu per karung.

Ia menambahkan, jika tidak menemukan pakan di agen, terpaksa dirinya memberi makan ternak dengan makanan pabrik, yang harganya lebih mahal. “Tapi biayanya naik sampai 125 persen,” kata dia.

Kondisi tersebut diperparah dengan turunnya harga daging babi dan ayam. “Harga daging babi dan ayam cenderung turun, makanya kami sangat kesusahan,” kata dia.

Ia berharap, agar pemerintah memberikan perhatian terhadap permasalahan tersebut. “Kalau bisa, berikan bantuan kepada kami peternak, karena jika tidak kami akan terus menjerit,” jelasnya. (Sumber : Tribun)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response