Harga Daging Tembus Rp 130 Ribu Per Kg

harga daging sapi

Mukomuko – Harga daging di pasar memasuki bulan Ramadhan terus merangkak naik. Jika sepekan sebelumnya harga daging Rp 100-110 ribu per kilogram, kemarin (27/6) harga daging naik menjadi Rp 120-130 per kilogramnya. Kabid Peternakan Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DP3K) Mukomuko, Elxandi Ultria Dharma menjelaskan untuk kawasan Kota Mukomuko dan sekitarnya harga daging naik menjadi Rp 120 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp 100 ribu.

Sedangkan di wilayah Ipuh harga daging mencapai Rp 130 per kilogramnya dari harga sebelumnya Rp 110 per kilogramnya. Kenaikan harga daging ini karena tingginya permintaan masyarakat terhadap daging menjelang puasa ini. “Harga daging saat ini sudah naik, karena memang tingginya permintaan pasar saat ini,” kata Elxandi.

Dia mengatakan harga daging ini akan bertahan selama sepekan, setelah itu harga daging akan turun lagi diprediksi ke angka Rp 100 ribu. Turunnya harga daging ini nantinya seirama dengan turunnya permintaan masyarakat terhadap daging. Kemudian 2 minggu menjelang lebaran harga daging akan kembali naik ke angka Rp 130-140 per kilogramnya, karena saat itu permintaan pasar akan kembali tinggi. “Jadi harga daging nanti sifatnya fluktuatif sesuai dengan permintaan pasar. Harga tidak akan tinggi jika permintaan masyarakat sudah menurun,” terangnya.

Dia menjelaskan stok daging di Mukomuko dalam kondisi aman. Sebab ada sebanyak 2.000 ekor sapi jantan milik peternak yang siap dipotong sesuai dengan kebutuhan daging masyarakat. Bahkan stok sapi ini bisa untuk memenuhi kebutuhan daging di kabupaten tetangga. Selain itu juga DP3K memantau supaya tidak ada sapi betina produktif yang dipotong selama ramadhan ini. “Tadi ada beberapa titik pemotongan ternak. Itu semua diawasi oleh dokter hewan, jadi ternak yang dipotong itu ternak yang dalam kondisi laik konsumsi,” terangnya.

Dia mengatakan sudah meminta supaya dokter hewan di masing-masing kecamatan bisa terus berkoordinasi dengan masyarakat yang hendak memotong. Sehingga ternak-ternak yang dipotong tersebut merupakan ternak yang sudah diperiksa kesehatannya. Sehingga tidak ada penyakit penyerta pada ternak yang dipotong dan dijual ke masyarakat itu. “Seluruhnya sudah diawasi sehingga kesehatan daging yang dijual itu aman,” terangnya.

Warga Desa Ujung Padang Kecamatan Kota Mukomuko Arianto mengatakan menyambut puasa mereka membeli daging yang dijual di pinggir jalan. “Tadi kami beli daging seharga Rp 120 ribu per kilogramnya,” tutupnya.

(Sumber : harianrakyatbengkulu.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response