Harga Bawang Meroket, Penjualan Daging Ayam Turun

Harga Bawang Putih

Mahalnya harga jual bawang putih dan merah berimbas pada komoditi daging ayam. Menurut Ketua perhimpunan pedagang daging ayam Bandung (PPAB), Yoyo Sutarya, mahalnya bawang putih dan merah membuat banyak konsumen mengalihkan menunya pada komoditas lain, yang tidak menggunakan bawang merah dan putih sebagai bumbunya.

“Efeknya, penjualan daging ayam turun,” kata Yoyo kepada Tribun, Sabtu (16/3/2013).

Adanya pengalihan komoditas tersebut, ujar Yoyo, menyebabkan penjualan daging ayam menjadi lesu. Jika perbandingannya dengan kondisi normal, turunnya penjualan daging ayam itu pun, tergolong drastis, mencapai sekitar 30persen hingga 50 persen.

Yoyo mencontohkan, sebelum kenaikan harga bawang, rata-rata, setiap pedagang mampu menjual sekitar 100 ekor per hari. Namun, pascakenaikan bawang, rata-rata penjualan menjadi 70 ekor per hari, bahkan,ada pula yang 50 ekor per hari.

Kondisi itu, diperparah oleh masih mahalnya harga jual daging ayam pada level pasar tradisional. Saat ini rata-rata, harga jual daging ayam berada pada level Rp 28 ribu sampai 30 ribu per kg. “Beralihnya menu masakan ditambah harga daging ayam yang masih tinggi, jelas permintaan dan penjualan kian turun,” katanya.

Melihat kondisi itu, Yoyo menginginkan pemerintah, pusat, provinsi, hingga kota-kabupaten, melakukan opsi-opsi dan langkah-langkah kongkrit untuk menyikapi masalah ini.

Turunnya penjualan daging ayam sebagai efek melejitnya harga jual bawang putih dan merah diamini Heni, pedagang daging ayam Pasar Ancol Bandung. Naiknya harga jual daging ayam, yang saat ini, sekitar Rp 28 ribu per kilogram, pun membuat penjualannya berkurang.

“Makin mahalnya harga bawang putih dan merah membuat penjualan kami turun. Bahkan, kondisinya kian parah,” ujar Heni. (Sumber : Tribun News)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response