Harga Ayam Broiler Ambruk Di Sulsel, Peternak Gulung Tikar

Harga Ayam Broiler

Harga ayam broiler jatuh hingga ke level Rp6.000-6.500 per kilogram di Sulawesi Selatan. Harga patokan jualnya yakni Rp15 ribu per kilogram. Ini mengakibatkan banyak peternak yang gulung tikar.

“Ini sudah berlangsung selama tiga bulan. Banyak peternak yang terlibat utang hingga gulung tikar,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Peternak Unggas Indonesia (Pinsar Unggas Nasional) Hartono dalam diskusi dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (2/5).

Hartono menuding pemerintah tidak membantu peternak lantaran tidak ada aturan soal harga. “Saat pasokan melimpah kan harga selalu jatuh. Perlu ada alat pengendali harga ini. Seperti Bulog yang dapat mengendalikan harga agar tidak sampai jatuh,” kata Hartono.

Menanggapi hal ini, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Syukur Iwantoro mengakui memang produk unggas rentan terhadap fluktuasi harga. “Terkadang positif (harga naik) dan negatif (harga turun),” kata Syukur pada kesempatan yang sama.

Meski demikian, lanjutnya, ketika pasokan unggas berlebih, pihaknya memungkinkan membuka keran ekspor unggas. Namun, kata Syukur, sejak kasus flu burung (avian influenza/AI) seluas, Indonesia tidak lagi mengekspor unggas khususnya ayam.

“Tapi memang harus diyakinkan kembali ke negara-negara lain bahwa banyak juga provinsi yang terbebas dari AI seperti Maluku Utara, Gorontalo, dan Kalimantan Barat,” ungkap Syukur.

Lebih lanjut, Syukur menjelaskan, untuk menetapkan harga patokan ayam perlu diskusi dengan berbagai pihak. Pasalnya, ayam harus ditetapkan terlebih dahulu sebagai pangan pokok seperti beras dan kedelai. “Setelah itu baru Bulog bisa turun tangan,” ujarnya.

Adapun, untuk menghindari fluktuasi yang tajam juga, pihaknya memfasilitasi diskusi antar asosiasi unggas untuk mencari solusi. “Asosiasi ini bergabung dalam Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia untuk mencari solusi misalnya dengan mengurangi impor DOC (Day Old Chik/ anak ayam),” tukasnya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi daging nasional 2,7 juta ton pada 2012 lalu yang terdiri dari daging unggas (ayam dan itik) 1.818.000 ton (67%), daging sapi 505 ribu ton (18%), daging babi 235 ribu ton (8%), daging kambing dan domba 115.500 ton (4%), daging kerbau 35 ribu ton(1%), dan daging lainnya 54 ribu ton (2%). (Sumber : Metro TV)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

2 Comments on "Harga Ayam Broiler Ambruk Di Sulsel, Peternak Gulung Tikar"

  1. dapid7777 September 7, 2013 at 1:19 am - Reply

    selamat pagi bos mau bertanya saat ini anjolknya ayam potong dari apanya bos??

  2. dapid7777 September 7, 2013 at 1:22 am - Reply

    masalanya baru rencana mau mulai eksen /buka kandang baru bos?

Leave A Response