Gubernur NTT Dorong Instalasi Pembibitan Ternak Sapi

Ternak Sapi Potong NTT

DUNIATERNAK.COM, – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong pengembangbiakan sapi untuk memenuhi kebutuhan lokal dan nasional. Tak heran memang, karena daerah ini merupakan salah satu pemasok sapi terbesar ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, sejak dirinya dipercaya menjadi orang nomor satu di NTT, populasi sapi hanya sebanyak 500 ribu ekor. Jumlah tersebut meningkat drastis karena jumlah populasi sapi saat ini sudah sekitar 900 ribu ekor.

“Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong instalasi pembibitan ternak sapi karena kebutuhan bibit sapi di masyarakat sangat tinggi. Untuk menambah populasi, di Timor ada empat instalasi, Sumba dua instalasi,” ujar Frans di Hotel Aston, Jalan Timor Raya No 142, Kota Kupang, NTT, Rabu (18/11/2015).

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Danny Suhadi mengungkapkan, hingga kini pihaknya telah memasok puluhan ribu ekor sapi ke Jakarta. Selama Januari hingga pertengahan November 2015, NTT memasok sebanyak 20.038 ekor sapi ke wilayah Jabodetabek.

“Kalau secara total kita sudah kirim sebanyak 47.436 ekor. Itu terdistribusi ke Jabodetabek sebanyak 20.038 ekor, ke Kalimantan Timur sebesar 24 ribu ekor dan ke Sulawesi sekitar 1.700 ekor sapi,” tutur dia.

Ia mengakui kuota pasokan sapi NTT ke seluruh wilayah Indonesia tahun ini sebesar 57.536 ekor. Namun tak menutup kemungkinan jika kuota pasokan sapi akan ditambah jika permintaan dari pasar juga mengalami kenaikan.

“Secara total, populasi sapi yang ada di NTT sebayak 865.731 ekor, itu kebanyakan dari peternakan rakyat yang sapinya dilepas. Total tersebut hanya untuk populasi sapi bali dan sumba ongol (SO),” papar dia.

Ia menambahkan, tingkat kelahiran anak sapi di NTT setiap tahunnya sebanyak 180 ribu ekor. Namun, jumlah tersebut akan berkurang sebesar 4-5 persen karena penyakit.

“Tertinggi penghasil sapi NTT itu ada di TTS (Timur Tengah Selatan) 180 ribu ekor, Kabupaten Kupang 150 ribu, TTU (Timur Tengah Utara) 60 ribu. Kurang lebih 65 persen populasi sapi ada di wilayah timur NTT. Itu punya masyarakat dengan pengelolaan pemeliharaan secara ekstensifikasi atau dengan melepas sapinya,” pungkas Danny.

(Sumber: metrotvnews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.