Flu Burung Mewabah, Peternak Unggas Rugi 1.5 M

cara mencegah flu burung

Wabah flu burung H5N1 dengan clade (jenis gen) baru 2.3.2 mengakibatkan 150.866 ekor itik tewas. Kasus yang terjadi di sembilan propinsi ini menyebabkan kerugian material sebesar Rp 1,5 miliar.

“Kerugian totalnya Rp 1,5 miliar. Total itik yang mati di bawah 1 persen dari total itik jutaan di Indonesia,” kata Menteri Pertanian, Suswono dalam jumpa pers usai Rakor Flu Burung yang dipimpin Menko Kesra HR. Agung Laksono yang didampingi Menkes Nafsiah Mboi di Kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (27/12/2012).

Sembilan propinsi yang terserang wabah flu burung clade baru ini adalah Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Banten, Lampung, Riau, Sulbar dan Sulsel. Suswono menyebut belum ada skema kompensasi bagi pemilik itik yang mengalami kerugian akibat virus tersebut.

“Kompensasi bisa diberikan kalau ada pernyataan adanya bencana, tetapi ini tidak. Nanti ini dirumuskan dengan tim, kompensasi seperti apa, karena untuk tahun 2012 anggarannya tidak tersedia,” jelas Suswono.

Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, pemerintah menghentikan sementara impor unggas dari Australia. Sebab di Australia sudah ada pernyataan resmi sedang terjadi wabah flu burung.

“Tentu kita menahan untuk tidak memasukkan. Kita baru mengimpor kembali kalau status wabah flu burung dicabut,” tuturnya.

Virus flu burung H5N1 pada unggas memiliki kemampuan mutasi yang cukup cepat dengan diidentifikasinya varian baru clade 2.3.2 yang mematikan itik yang sebelumnya tahan terhadap penularan virus H5N1 clade lama.

Untuk mengendalikan wabah ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah melakukan langkah pencegahan dan pengendalian melalui penguatan surveilans terpadu, peningkatan penyehatan lingkungan melalui biosecurity, termasuk depopulasi unggas. (Sumber : Kemenkokesra)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response