Domba Waringin, Ditantang Kejar Populasi Betina

ternak-domba

Ketidakmampuan H Tista Waringin Sitompul dalam memenuhi tingginya permintaan akan anakan atau bibit domba waringin dari kalangan peternak di tanah air justeru mendapat tantangan dari para peternak. Waringin ditantang untuk lebih berinovasi dalam melahirkan teknologi-teknologi baru di dunia peternakan.

“Dari rekam jejak domba waringin yang telah berpopulasi lebih sepuluh tahun, dari tahun 2003 ditemukannya bangsa baru hewan ternak itu, wajar kita tantang penemunya untuk berinovasi menciptakan populasi domba Waringin betina yang lebih banyak ketimbang domba jantan. Dengan begitu, permintaan bibit domba yang sangat tinggi bisa terpenuhi,” kata Direktur Ekskutif Lembaga Pengkajian Pelayanan Masyarakat (LPPM) Pusat Ir Yodo Saputro, belum lama ini.

“Waringin kan bisa memberikan pembinaan terhadap para peternak yang telah mengembangkan hasil temuannya itu di Langkat maupun di luar Langkat. Baik melalui online dalam situs website, maupun via komunikasi lewat selular kepada peternak. Apa lagi Waringin Sitompul itu juga telah menciptakan dan memproduksi pakan ternak domba dan suplemen (konsentrat) alami,” katanya.

Menurut Yudo, pemerintah harus ikut berperan dalam hal itu, karena, temuan itu merupakan gengsi bangsa yang saat ini mendapat tawaran tinggi atas animo yang timbul dari para peternak. “Kan untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat arus bawah yang tidak memiliki lahan pertanian maupun luang pekerjaan, mereka kini berminat menekuni usaha peternakan domba,” ujarnya.

Jadi, hasil survei bersama tim yang dipimpin Direktur Investigasi LPPM, memang tantangan peternak saat ini adalah para peternak dihadapkan dengan keterbatasan pakan ternak berupa rerumputan.

“Hamparan hijau semakin menciut dan tidak ada lagi untuk penggembalaan maupun untuk diambil rumputnya. Ini akibat lahan hijau sudah berubah menjadi lahan perkebunan yang dilarang untuk digembalakan ternak dan diambil rumputnya. Selain itu juga hamparan hijau berubah menjadi lahan industri dan pemukiman. Pemerintah harus bisa mengatasi dan mencari solusinya,” kata Yudo.

Menjawab hal itu, H Tista Waringin Sitompul dengan gamblang menjawab tantangan Yudo Saputro. “Memang ada peternak yang meminta satu periode kelahiran anak domba berjenis betina untuk mengejar laju populasi domba. Ada juga yang meminta kelahiran anak domba jenis jantan semua untuk tujuan qurban dan aqikah,” katanya.

Jawaban tantangan peternak itu, kata dia, sudah dilakukan dengan instrumen. Awal dari pemahaman ilmu embriologi pada ruminansia. Pada fase morulla dan blastula, jenis kelamin embrio cenderung herma prodit.

“Pada fase inilah saya merekayasa jenis kelamin dengan memperhatikan tingkat keasamannya. Di fase ini juga pakan yang diberikan pada domba yang hamil diatur keasamannya, sehingga pada pH (derajat keasaman) di bawah 7 akan menghasilkan anak domba berjenis kelamin jantan. Sedangkan pada pH lebih besar dari 7 cenderung menghasilkan anak domba betina,” jelasnya.

Saat ini kata Waringin, sudah dihasilkan konsentrat (pakan suplemen) untuk domba yang bisa menentukan jenis kelamin anak domba yang diharapkan, baik betina maupun jantan. Pakan yang dihasilkan itu tidak menggunakan bahan hormon atau bahan kimia sintetik, melainkan bahan pakan alami yang diatur dalam komposisi pembuatan pakan konsentrat.

Dan, pada kelahiran anak domba waringin Juni 2013, domba-domba waringin yang dikembangkan di sentra peternakan domba waringin telah muncul anak domba waringin betina. Kelahiran itu mencapai tingkat keberhasilan sekitar 90% sesuai yang diharapkan.

Dengan setting jenis anak domba yang dihasilkan itu, peternak bisa membuat perencanaan bisnis sesuai dengan permintaan pasar, baik lokal maupun luar negeri. Dan, tidak mengharapkan dari hasil populasi di sentra Waringin Centre, tetapi di kalangan peternak domba Waringin yang ada di Langkat.

Dikatakannya, domba waringin betina bisa melahirkan anak sebanyak 2-4 ekor dalam satu kelahiran. Dengan demikian, domba waringin ini tergolong domba yang sangat prolifik. Domba waringin tahan terhadap penyakit, tidak pilih-pilih makanan. Semua jenis rumput dan konsentrat disukai domba Waringin. Serat daging domba Waringin lebih halus dibandingkan domba galur lain.(Sumber : medanbisnisdaily.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response