DKP Akan Bentuk Kampung Ternak Ikan


DUNIATERNAK.COM, – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pandeglang merencanakan menambah jumlah kelompok budidaya ikan pada 2014 ini. Kepala DKP Pandeglang, Tata Nanzar Riadi menargetkan, akan menambah kelompok budidaya ikan lele di Kecamatan Koroncong.

Berdasarkan catatan kami, ada 190 kolam yang tersebar di Desa Bangkonol, Pasir Karag dan pasir Jaksa. Kami targetkan ke depan ada 500 kolam. sehingga nantinya bantuan tersentralisir di sana untuk mendukung pencanangan kampung lele di Koroncong, kata Tata saat blusukan ke Kecamatan Koroncong, Cimanuk dan Labuan, Kamis (27/3).

Dijelaskan Tata, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan sejumlah kampung yang selama ini intens mengembangkan ternak ikan sekaligus merencanakan membentuk sentra-sentra perikanan berdasarkan kekhasan daerah.

Di Kecamatan Koroncong, Tata didampingi Kepala Bidang Bina Usaha, Atep Purnama dan Kepala Seksi Bina Usaha Tata mendatangi sejumlah kelompok pembudidaya lele antara lain Kelompok Cipatik Jaya Desa Bangkonol. Kelompok yang sudah ada sejak empat tahun terakhir ini, mampu memasok kebutuhan benih lele sejumlah daerah di Banten.

Kami sengaja datang ke desa ini untuk melihat langsung dan berdikusi dengan kelompok pembudidaya yang jumlahnya puluhan kelompok. Hasilnya memang cukup bagus, karena warga Bangkonol rata-rata menjadikan pembibitan lele sebagai usaha sampingan. DKP akan mengusulkan program bantuan agar budidaya masyarakat ini lebih maksimal, ujarnya.

Usai meninjau kelompok pembenihan lele, Tata bersama pejabat terkait meninjau Desa Kadumadang yang akan dijadikan Kampung Nila. Di lokas ini, DKP melakukan diskusi dengan pengurus empat kelompok yang jumlahnya 45 orang. Kelompok pembudidaya nila di Kadumadang sudah eksis dan tinggal diarahkan untuk lebih maju dan DKP siap membantu dalam rangka optimalisasi produksi ikan Pandeglang, katanya.

Hariri, pengurus Kelompok Cipatik Jaya membenarkan jika pembibitan lele berkembang di Desa Bangkonol. Hampir semua warga menjadikan pekarangan rumah atau tanahnya sebagai kolam benih lele. Kendala yang kami rasakan adalah modal dan sarana penunjang seperti pompa air. Kalau sarana sudah ada kami siap mengotimalkan budidaya ini, ucapnya seraya mengatakan, kelompoknya mampu menghasilkan dua juta ekor per bulan.(Sumber:bantenposnews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response