Distanak Tamiang Gelar Kontes Ternak Sapi

Kontes Sapi jumbo

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar kontes ternak sapi tingkat kabupaten di pasar hewan jalan lintas Banda Aceh-Medan, kawasan Kecamatan Manyak Payed, Rabu (18/6). Adapun jumlah sapi yang diperlombakan sebanyak 50 ekor dengan jenis kelamin jantan dan betina.

Kepala Distanak Aceh Tamiang Muhammad Yunus SP menyampaikan, kontes ternak diadakan untuk menumbuhkembangkan minat dan memotivasi masyarakat mengembangkan ternak hasil inseminasi buatan (IB). Pembangunan di bidang peternakan merupakan bagian integral dari pembangunan pertanian yang saat ini terus berkembang.

Bahkan, menurutnya, kedudukan, keberadaan juga peran sektor peternakan semakin besar dan penting. Dalam rangka mencukupi kebutuhan daging nasional diperlukan peningkatan populasi ternak sapi melalui penyediaan bibit yang cukup, baik dalam jumlah maupun mutunya.

“Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas ternak bisa melalui penerapan teknologi inseminasi buatan yang selama ini menggunakan semen beku yang berasal dari pejantan unggul,” jelas Yunus.

Menurutnya, program IB merupakan ajang sosialisasi dan media evaluasi sekaligus dalam rangka memotivasi masyarakat/petani peternak dalam meningkatkan layanan inseminasi buatan. Sasaranya antara lain meningkatkan motivasi petugas IB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Ke depan akan dititipkan petugas IB di setiap kecamatan, demi memperoleh bibit sapi potong yang berkualitas,” imbuhnya.

Lebih lanjut Yunus mengkilas balik, populasi ternak sapi pada tahun lalu sebanyak 56.644 ekor terdiri dari pejantan 19.068 ekor dan betina mencapai 37.576 ekor. Pada tahun 2013 target IB jumlah aseptor 3.150 dosis dengan angka kelahiran 2.037 ekor. Sedangkan di tahun 2014 jumlah aseptor 3.150 dosis dengan angka kelahiran yang diharapkan bisa mencapai terget yaitu sebanyak 2.142 ekor.

Bupati Aceh Tamiang H Hamdan Sati ST pada kesempatan penilaian ternak mengharapkan para peternak agar melalui kegiatan ini termotivasi mengembangkan usaha peternakannya, apalagi daerah itu sangat potensial untuk pengembangan semua jenis hewan. “Di sekitar kita terdapat lahan-lahan perkebunan yang cukup luas, yang dapat dimanfaatkan rumputnya, dipotong sebagai tambahan hijauan ternak. Dan saat ini juga sedang digalakan program pemeliharaan sapi terintegrasi dengan kelapa sawit,” ujarnya.

Untuk mendapatkan turunan ternak unggul dan berkualitas, diharap kepada para peternak sapi maupun kerbau tidak terlalu cepat menjual anakan yang baru lahir. “Jangan terlalu cepat menjual anakan. Pertumbuhan ternak yang dirawat sejak kecil adalah potensi yang bisa dicapai oleh peternak guna mendapatkan bibit sapi yang bagus,” tambahnya.

Sementara itu, berbagai jenis sapi yang ikut dipertandingkan kemarin yaitu simental jantan dan betina, limousin jantan dan betina, brahman jantan dan betina, bali jantan dan betina serta jenis sapi Aceh jantan dan betina.(Sumber : medanbisnisdaily.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response