Distanak Banten Gelar Kontes Kerbau Unggul

ternak kerbau lebak

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten menggelar kontes kerbau unggul di Desa Curug Panjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Senin-Rabu (15-17/9). Kontes itu guna menjaring kerbau bibit unggul terbaik di daerah Banten.

Lomba akan diikuti sepuluh kecamatan di Kabupaten Lebak dan tujuh kabupaten/kota se-Banten. Kerbau yang akan diikutserakan dalam kontes sebanyak 54 ekor ternak kerbau pada kategori jantan dan betina. Selain digelar kontes kerbau, Distanak Banten juga menggelar pelayanan kesehatan hewan dan memberi fasilitas susu dan telur untuk siswa sekolah dasar (SD)/sederajat.

Kepala Distanak Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, keterbatasan kualitas bibit kerbau di masyarakat, mendorong untuk dilakukan penjaringan bibit yang layak untuk dikembangkan. “Harapannya, ke depan kelompok peternak kerbau dapat menjadi sentra bibit kerbau yang dapat menyuplai bagi masyarakat,” kata Eneng dalam siaran pers, Minggu (14/9).

Berdasarkan hasil sensus pertanian (ST) pada 2013 di Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang, Banten menempati urutan keempat nasional dengan jumlah populasi kerbau terbanyak di Indonesia dengan tingkat kepemilikan di masyarakat mencapai dua hingga empat ekor per rumah tangga peternak. “Beberapa tahun ke belakang, populasi ternak kerbau mengalami tren penurunan populasi. Hal ini disebabkan banyaknya kendala yang dihadapi dalam upaya pengembangan ternak kerbau,” jelas Eneng.

Salah satu faktornya, kata Eneng, tingkat pemotongan kerbau kian meningkat, sementara angka kelahiran masih rendah. Pengeluaran ternak kerbau yang sulit terkontrol, ditambah serangan penyakit hewan yang terjadi di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang makin memperparah kondisi tersebut. “Dari tahun ke tahun, tingkat konsumsi akan daging kerbau di Provinsi Banten terus meningkat. Ironisnya, peningkatan kebutuhan akan daging kerbau bagi masyarakat Banten tidak diimbangi dengan jumlah populasi,” tandasnya.

Berdasarkan hasil ST 2013, lima tahun terakhir total populasi kerbau di Banten terus mengalami penurunan. Dari tahun 2009-2013, populasi kerbau beruturut-turut mencapai 153.004 ekor pada 2009, 151.976 ekor pada 2010, 153.204 ekor pada 2011, 123.143 ekor pada 2012, dan 98.710 ekor pada 2013. “Kabupaten Lebak penyumbang terbanyak populasi kerbau di Banten,” kata Eneng.

Angka pemotongan kerbau di 2013 mencapai 34,147 ekor dengan tingkat kelahiran hanya 22.742 ekor. “Hasil sensus tersebut menggambarkan potensi pasar kebutuhan kerbau untuk dipotong semakin tak terkendali,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, produktivitas ternak kerbau juga semakin menurun seperti contoh pada sekira 1970, rata-rata berat hidup kerbau bisa mencapai 500 kilogram-600 kilogram. “Saat ini, performa kerbau yang ada di masyarakat mayoritas mempunyai bobot di bawah 500 kilogram. Kondisi ini disebabkan adanya penurunan kualitas bibit ternak akibat tingginya tingkat in breeding pada ternak kerbau di masyarakat,” papar Eneng.(Sumber:radarbanten.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response