Disnakeswan Pastikan Stok Daging Sapi Cukup

harga daging sapi

TANJUNG REDEB – Kebutuhan daging sapi selama Ramadan dan menjelang Lebaran mengalami peningkatan. Kondisi terjadi hampir setiap tahun. Untuk mengantisipasi tinggi permintaan akan daging sapi, berbagai upaya sudah dilakukan para penjagal sapi di Kabupaten Berau. Bahkan sejak bulan Juni lalu para penjagal sudah mendatangkan sapi dari luar daerah lebih dari 100 ekor.

“Baru-baru ini ada kedatangkan sapi lagi dari Sulawesi untuk mencukupi stok persediaan menjelang Lebaran nanti. Jadi stok daging cukup,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Berau, M Ghazali, kepada media ini, Jumat (11/7) kemarin.

Dijelaskan Ghazali, pemenuhan kebutuhan akan daging sapi di daerah ini memang masih dibantu dari luar daerah. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan produktivitas sapi yang dikembangkan masyarakat di sentra-sentra peternakan di wilayah Kabupaten Berau. Untuk diketahui setiap bulan pemotongan sapi melalui Rumah Potong Hewan (RPH) rata-rata berkisar 210 ekor per bulan. Pada bulan tertentu, seperti Ramadan ini pemotongan akan lebih tinggi lagi.

Jika pada hari biasanya pemotongan sapi melalui RPH berkisar lima hingga tujuh ekor. Memasuki minggu ketiga bulan Ramadan, dikatakan Ghazali, berdasarkan keterangan para penjagal pemotongan sudah berkisar di atas 15 ekor. Bahkan lima hari sebelum Lebaran seperti tahun sebelumnya pemotongan mencapai 20 hingga 30 ekor per hari.

“Kami sudah melakukan pemantauan langsung di lapangan dan juga berkoordinasi dengan para penjagal untuk menjamin stok yang ada,” jelasnya.

Untuk memenuhi tingginya permintaan daging sapi, dijelaskan Ghazali, juga menjadi momen bagi para peternak sapi di Kabupaten Berau untuk memasarkan hasil produksi mereka. Namun dalam usaha tersebut, disebutkannya, Disnakeswan melakukan pengawasan agar ternak yang dijual ke pasaran bukan ternak betina produktif. Pasalnya jika ternak produktif maka pengembangan akan terhambat.

“Jadi kalau yang dijual itu adalah sapi pejantan dan dipastikan dalam satu kawasan ternak masih ada pejantan lainnya,” ungkapnya.

Untuk harga di tingkat pasar, disebutkan Ghazali, masih normal atau sama dengan Ramadan pada tahun lalu, yaitu berkisar Rp 120 ribu per kilogram. Pihaknya juga terus berupaya melakukan koordinasi dengan para penjagal dan pedagang terkait penetapan harga jual bersama agar tetap stabil hingga Lebaran nanti.

“Kalau memang ada kenaikan menurut penjagal itu karena harga beli sapinya juga naik. Sehingga harga jual dagingnya ikut naik namun kenaikannya masih dalam batas kewajaran,” tandasnya.

Sementara untuk ayam, disebutkannya, produksi peternak Berau sudah berlebih. Bahkan ayam pedaging yang dikembangkan di Berau kini turut serta menyuplai kebutuhan di beberapa daerah hingga ke kabupaten di wilayah utara.(Sumber : kaltimpost.co.id)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response