Disnak Mimika Prioritas Vaksinasi Ternak Babi-Unggas


DUNIATERNAK.COM, – Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, masih memprioritaskan pemberian vaksin untuk ternak babi, unggas dan anjing peliharaan warga. Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Mimika, John Wickif Tegai di Timika, Rabu mengatakan pemberian vaksin untuk mengatasi penyakit hog cholera.

Vaksinasi massal unggas dan vaksinasi distamper untuk anjing peliharaan merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun. ”Selama daerah ini belum bebas dari wabah kolera babi dan wabah distamper maka kita akan terus melakukan kegiatan vaksinasi ke tempat-tempat pemeliharaan ternak itu. Beberapa waktu lalu kami memberikan pelayanan pasif di puskeswan dan juga pelayanan aktif ke rumah-rumah warga saat terjadi wabah distamper yang menyerang anjing,” jelas John.

Tahun ini, katanya, Disnak Mimika akan memberikan bantuan bibit ternak babi sebanyak 300 ekor ke sejumlah peternak di Timika. Setiap peternak akan mendapat bantuan sepasang bibit ternak babi untuk dipelihara dan dikembangbiakkan. Hasil pengembangbiakkan ternak babi tersebut akan diserahkan kembali ke Disnak untuk disalurkan untuk bantuan kepada peternak lain pada tahun berikutnya.

Selain bantuan yang bersumber dari APBD Mimika, Disnak juga menyalurkan bantuan 20 ekor bibit ternak babi yang bersumber dari dana APBN. Bantuan dari APBN itu disalurkan kepada kelompok pejagal. Khusus untuk pengembangan peternakan ayam petelur di Timika, tahun ini Disnak Mimika akan membina dua kelompok peternakan ayam petelur. Kelompok peternak ayam petelur yang akan dibina Disnak Mimika merupakan masyarakat lokal di wilayah setempat.

Melalui pembinaan diharapkan dapat meningkatkan produksi telur ayam lokal mengingat selama ini Timika masih sangat tergantung dari suplai telur ayam dari Jawa Timur. Sejumlah peternak ayam petelur di Timika selama ini mendapat pembinaan dan bantuan dari Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) serta PT Freeport Indonesia melalui Yayasan Jaya Sakti Mandiri yang berlokasi di Kampung Utikini Baru (SP12).

Selain itu, ada juga peternak ayam petelur yang secara swadaya mengelola sendiri usaha mereka. “Kami memberikan apresiasi positif kepada peternak ayam petelur yang secara sukarela mengembangkan usaha mereka. Kami tetap memberikan dukungan dan pembinaan kepada mereka. Kami juga akan berkoordinasi dengan LPMAK untuk memberikan pembinaan lanjutan kepada peternak yang selama ini mereka bina,” jelas John Tegai.(Sumber:bintangpapua.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response