Disnak Jatim Antisipasi Penyakit Ternak

vaksinasi masal ternak sapi

Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur menerjunkan tim reaksi cepat untuk memeriksa hewan ternak yang masuk ke Jawa Timur. Langkah itu dilakukan agar tidak ada sapi berpenyakit yang masuk ke Jawa Timur.
”Jadi kita sudah menerjunkan tim unit reaksi cepat untuk mencegahnya,” kata kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur, Senin (8/6).
Dia mengatakan, tim tersebut akan berjaga di setiap pintu masuk distribusi hewan ternak di Jatim. Diantaranya Ngawi, Solo, Tuban dan Banyuwangi. Nantinya, setiap hewan ternak yang masuk maupun keluar akan diperiksa apakah menderita penyakit atau dalam keadaan sehat.
”Jadi akan dipantau dan diperiksa. Kalau memang ada surat jalannya ya tidak apa-apa masuk. Tetapi kalau tidak ada surat maka akan kami kembalikan,” tambahnya.
Anggota tim tersebut terdiri dari gabungan tim dari Universitas dan tenaga dari disnak kabupaten/kota. Diharapkan, dengan adanya pengawasan itu, ancaman penyakit di hewan ternak dapat diminamilisir.
”Kami memang mewaspadai jangan sampai penyakit masuk ke Jatim,” tambahnya.
Dia mengatakan, beberapa penyakit yang perlu diwaspadai menjangkiti hewan ternak adalahjenis kuku dan mulut serta antrax. Penyakit tersebut sangat berbahaya karena akan menular ke manusia, apalagi bagi mereka yang mengkonsumsi daging hewan tersebut.
”Kalau ada indikasi hewan terjangkit antrax maka harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Karena darahnya saja akan menular kepada manusia,” tambahnya.
Seperti diketahui, pada Desember tahun 2014 lalu, beberapa hewan di Blitar mati karena terjangkit antrahx. Hal itu diketahui setelah tim dari Disnak Jatim melalukan uji laboratorium yang keluar pada 5 Desember 2015 dengan Nomor 05038/PD.650/F.5/1214.
Sementara ketua Paguyuban Pedagang Daging Segar (PPDS) Muthowif meminta agar Disnak Jatim menjelaskan alasan beberapa pengusaha Jabar menolak sapi asal Jatim. Menurut dia, penolakan itu menunjukkan kalau di Jatim memang ada masalah.
”Saya mendengar beberapa waktu lalu pengusaha Jabar menolak sapi asal Jatim. Saya kira Disnak harus transparan dan menjelaskan,” jelasnya.

(Sumber : surabayapost.net)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.